Kota Bengkulu (ANTARA) - Kepolisian Resor Kota (Polresta) Bengkulu melibatkan belasan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam kegiatan nonton bareng Piala Dunia 2026 sebagai upaya mendukung perekonomian masyarakat sekaligus memeriahkan Hari Bhayangkara Ke-80.
Kapolresta Bengkulu Kombes Pol Rahmat Hidayat di Bengkulu, Kamis, mengatakan kegiatan tersebut menjadi sarana bagi Polri untuk hadir di tengah masyarakat, sekaligus memberikan ruang bagi pelaku UMKM untuk meningkatkan pendapatan.
"Kami hadir di tengah masyarakat, membantu pelaku UMKM dan memberikan hiburan yang berkualitas melalui nonton bareng pertandingan Piala Dunia antara Inggris melawan Kongo," katanya.
Ia menjelaskan kegiatan nonton bareng tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara Ke-80 sekaligus upaya mendekatkan Polri dengan masyarakat.
Menurut Rahmat, kegiatan itu juga bertujuan memasyarakatkan olahraga, khususnya sepak bola, sehingga masyarakat dapat menikmati pertandingan dalam suasana yang aman dan penuh kebersamaan.
"Kami ingin selalu bersama masyarakat. Kegiatan ini menjadi kesempatan untuk mempererat kedekatan antara Polri dan masyarakat," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Biro LKBN ANTARA Bengkulu Anom Prihantoro mengatakan kegiatan nonton bareng tersebut menjadi hiburan yang positif bagi masyarakat Kota Bengkulu.
Ia menilai kegiatan yang diselenggarakan Polresta Bengkulu memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk merasakan euforia Piala Dunia secara gratis dalam rangka peringatan Hari Bhayangkara ke-80.
"Saya pikir ini menjadi kesempatan bagus bagi warga Kota Bengkulu dalam merasakan euforia piala dunia yang diselenggarakan secara gratis oleh pemerintah yang memberikan tontonan untuk masyarakat," ujarnya.
Senada dengan itu, Kepala TVRI Stasiun Bengkulu Fonda Rafael mengapresiasi kegiatan tersebut karena mendukung upaya pemerintah menghadirkan hiburan bagi masyarakat sekaligus memberi ruang promosi bagi pelaku UMKM di Bengkulu.
Menurut dia, kegiatan seperti itu menunjukkan kehadiran negara melalui kolaborasi berbagai pihak serta diharapkan dapat mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah naik kelas.





