Tokyo (ANTARA) - Penjaga Pantai China mendesak kapal Penjaga Pantai Jepang untuk menghentikan survei kelautan di zona ekonomi eksklusif (ZEE) Jepang di Laut China Timur. Desakan Tiongkok ini mendorong Tokyo melayangkan protes kepada Beijing.

Penjaga Pantai Jepang pada Rabu menyatakan bahwa kapal survei mereka, Takuyo, telah menerima permintaan berulang kali sejak Selasa (30/6) sekitar pukul 22.00 waktu setempat (20.00 WIB) untuk menghentikan survei kelautan dan meninggalkan perairan yang terletak sekitar 290 kilometer di barat laut pulau utama Okinawa, Jepang selatan, itu.

Menurut pihak Penjaga Pantai, Takuyo menanggapi bahwa penelitian mereka—yang merupakan survei dasar laut terkait landas kontinen—adalah "kegiatan sah yang sesuai dengan hukum internasional."

Kepala Sekretaris Kabinet Minoru Kihara mengatakan dalam konferensi pers bahwa Jepang telah melayangkan protes kepada China melalui saluran diplomatik.

Kihara juga menyatakan bahwa tuntutan untuk menghentikan survei kelautan tersebut tidak dapat diterima karena kegiatan itu dilakukan di dalam ZEE Jepang.

"Kami bertekad kuat untuk melindungi wilayah, perairan teritorial, wilayah udara, dan hak-hak berdaulat negara kami," ujar Kihara, juru bicara utama pemerintah, seraya menambahkan bahwa Jepang akan menanggapi masalah ini dengan sikap yang "tegas dan tenang."

Langkah ini terjadi di tengah hubungan kedua negara yang masih tegang menyusul pernyataan Perdana Menteri Sanae Takaichi di parlemen pada November lalu yang mengisyaratkan bahwa serangan China terhadap Taiwan dapat memicu respons dari Pasukan Bela Diri Jepang untuk mendukung militer Amerika Serikat.

Dalam beberapa tahun terakhir, Jepang telah berulang kali mendapati kapal survei China menurunkan objek menyerupai kabel ke perairan di dekat Kepulauan Senkaku—kepulauan tak berpenghuni di Laut China Timur yang dikuasai Tokyo tetapi diklaim oleh Beijing.

Sumber: Kyodo