Mengalahkan Manchester United dalam hal kekuatan finansial menjadi tanda nyata perubahan besar di Tottenham Hotspur, dengan Keluarga Lewis membuktikan komitmen mereka terhadap janji yang telah diucapkan.
Pada akhir Mei, Keluarga Lewis merilis pernyataan bahwa mereka akan berinvestasi dalam skuad Tottenham. Mereka juga menegaskan bahwa tindakan jauh lebih penting daripada sekadar kata-kata.
Pada saat itu, banyak pendukung Spurs merespons dengan skeptis setelah bertahun-tahun mengalami rekrutmen yang buruk dan finis di peringkat ke-17 secara beruntun.
Namun kini, saat klub mendekati perekrutan kelima di bursa transfer musim panas yang sibuk ini — dengan Mateus Fernandes dijadwalkan menjalani tes medis menjelang kepindahan senilai £85 juta yang akan memecahkan rekor klub — tidak ada lagi alasan untuk meragukan bahwa para pemilik Spurs benar-benar menepati janji mereka.
Fernandes akan bergabung dengan Jan Paul van Hecke yang didatangkan seharga £52 juta, serta dua pemain bebas transfer Marcos Senesi dan Andy Robertson, sebagai bagian dari proyek pembangunan kembali yang dipimpin oleh Roberto De Zerbi. Tampaknya Spurs belum berniat berhenti di situ.
Gelandang Newcastle, Sandro Tonali, tetap menjadi incaran Tottenham meski Fernandes hampir resmi bergabung. Klub asal London Utara itu tampaknya siap kembali memecahkan rekor transfer mereka demi menggaet pemain berusia 26 tahun tersebut.
Kesepakatan untuk Tonali kemungkinan akan menelan biaya lebih dari £90 juta, tetapi De Zerbi menginginkan Tonali dan Fernandes menjadi fondasi utama lini tengah barunya.
Ketertarikan Spurs terhadap pemain sayap Manchester City, Savinho — yang telah lama menjadi target — menunjukkan niat klub untuk memperkuat lini serang, dan pengeluaran mereka musim panas ini diperkirakan akan melampaui £200 juta.
Gelar juara memang tidak dimenangkan di bursa transfer, sebagaimana yang dialami Liverpool musim lalu, namun kemampuan De Zerbi dalam memadukan para pemain baru akan menjadi kunci kesuksesan Spurs musim depan.
Keluarga Lewis setidaknya telah menunjukkan visi dan ambisi ketika mereka berusaha belajar dari kesalahan musim lalu.
Mengalahkan Manchester United dalam perebutan tanda tangan Fernandes merupakan kemajuan besar dibanding musim panas sebelumnya, ketika Spurs gagal mendapatkan Morgan Gibbs-White dan Eberechi Eze.
Spurs juga patut diapresiasi atas kecepatan mereka dalam menyelesaikan transfer di tengah tahun yang padat dengan jadwal Piala Dunia.
Mereka telah mengidentifikasi area bermasalah — meski sebagian sudah jelas terlihat — dan segera menanganinya agar para pemain punya cukup waktu untuk beradaptasi dengan gaya permainan yang diinginkan De Zerbi.
Roberto De Zerbi kini kembali bekerja sama dengan Jan Paul van Hecke, memperkuat hubungan yang sebelumnya sudah terjalin baik di masa lalu.
Musim lalu, Spurs baru mengumumkan rekrutan besar pertama mereka pada 10 Juli, ketika Mohammed Kudus didatangkan dari West Ham. Setelah itu, mereka baru mendatangkan pemain permanen berikutnya pada 29 Agustus dengan merekrut Xavi Simons, setelah gagal mendapatkan Gibbs-White dan Eze.
Aktivitas transfer Spurs musim panas ini jauh lebih agresif, terencana, dan ambisius dibandingkan sebelumnya.
Saat ini, terdapat banyak ketidakpastian di antara klub besar Liga Premier lainnya — dengan Liverpool, Chelsea, dan Manchester City semuanya menunjuk manajer baru — dan situasi ini membuka peluang besar bagi Spurs.
Meski mengalami musim lalu yang buruk, Spurs tidak mengalami kendala finansial besar dan mampu memenuhi tuntutan gaji pemain, sekaligus memiliki salah satu pelatih paling dihormati di liga.
Roberto De Zerbi menjadi daya tarik besar bagi Spurs. Keyakinannya yang konsisten terhadap potensi klub menjadikan visinya mudah diterima oleh para target transfer.
Setelah memastikan kelangsungan mereka di Liga Premier pada hari terakhir musim lalu, De Zerbi pantas mendapatkan dukungan penuh dari klub. Para pendukung Spurs berharap ini menjadi awal dari era baru ambisi besar mereka, bukan sekadar puncak sesaat.