Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Jenderal Louis
AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Puncak peringatan Hari Bhayangkara ke-80 yang digelar Polda Maluku di Lapangan Letkol Chr. Tahapary, Tantui, Ambon, Rabu (1/7/2026), tak hanya diwarnai upacara resmi.
Ribuan undangan yang memadati lokasi dibuat terpukau oleh berbagai atraksi budaya dan penampilan generasi muda yang menjadi daya tarik utama perayaan.
Sorotan terbesar tertuju pada penampilan tarian adat Maku-Maku dan atraksi Polisi Cilik (Pocil) SD Negeri 7 Namlea, Kabupaten Buru.
Kedua penampilan itu berkali-kali mendapat tepuk tangan meriah dari tamu undangan maupun masyarakat yang hadir.
Baca juga: Kapolda Maluku: Tantangan Polri Makin Kompleks: Profesionalisme dan Kepercayaan Publik Jadi Kunci
Baca juga: 891 Personel Naik Pangkat, Kapolda Maluku Tekankan Integritas dan Pelayanan
Tarian Maku-Maku dibawakan secara kolaboratif oleh Remaja Bhayangkara Club Polda Maluku bersama Sanggar Kalesang Maluku.
Mengenakan busana adat khas Maluku yang penuh warna, para penari tampil energik dengan iringan musik tradisional yang menggambarkan semangat persaudaraan dan persatuan masyarakat Maluku.
Gerakan yang kompak dan harmonis membuat suasana lapangan semakin semarak.
Banyak penonton mengabadikan momen tersebut menggunakan telepon genggam, sementara tepuk tangan terus mengiringi setiap pergantian formasi para penari.
Kapolda Maluku, Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, mengatakan kehadiran tarian tradisional dalam peringatan Hari Bhayangkara merupakan bentuk penghormatan Polri terhadap budaya lokal yang menjadi identitas masyarakat Maluku.
"Hari Bhayangkara bukan hanya menjadi perayaan institusi Polri, tetapi juga menjadi momentum kebersamaan seluruh elemen bangsa. Karena itu kami menghadirkan budaya lokal sebagai simbol bahwa Polri tumbuh dan berkembang bersama masyarakat serta menghormati nilai-nilai budaya yang menjadi identitas daerah," ujarnya.
Tak kalah memikat, puluhan anggota Polisi Cilik binaan Polres Pulau Buru tampil percaya diri memperagakan formasi baris-berbaris yang dipadukan dengan gerakan kreatif dan penuh disiplin.
Kekompakan, ketepatan gerakan, serta ekspresi penuh semangat dari anak-anak tersebut sukses memukau para tamu undangan.
Sorak sorai dan tepuk tangan terus terdengar sepanjang penampilan mereka.
Menurut Kapolda, penampilan Polisi Cilik menjadi bukti bahwa pembinaan karakter sejak usia dini mampu melahirkan generasi yang disiplin, bertanggung jawab, dan memiliki jiwa kepemimpinan.
"Anak-anak adalah aset bangsa yang harus dipersiapkan sejak dini. Melalui program Polisi Cilik, kami ingin menanamkan nilai disiplin, tanggung jawab, kepemimpinan, serta kecintaan terhadap bangsa dan negara. Apa yang ditampilkan hari ini menunjukkan bahwa generasi muda Maluku memiliki potensi besar untuk menjadi pemimpin masa depan," katanya.
Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol. Rositah Umasugi menjelaskan, pelibatan Remaja Bhayangkara Club, Sanggar Kalesang Maluku, dan Polisi Cilik merupakan bagian dari pendekatan humanis Polri untuk semakin dekat dengan masyarakat.
Menurutnya, peringatan Hari Bhayangkara ke-80 sengaja dikemas sebagai pesta rakyat yang tidak hanya menampilkan kemampuan personel kepolisian, tetapi juga memberi ruang bagi budaya lokal dan generasi muda untuk tampil.
"Puncak Hari Bhayangkara ke-80 kami kemas sebagai perayaan rakyat yang melibatkan berbagai elemen masyarakat. Kehadiran tarian adat Maku-Maku dan Polisi Cilik menjadi simbol bahwa Polri tidak hanya hadir dalam tugas menjaga keamanan, tetapi juga aktif mendukung pelestarian budaya dan pembangunan karakter generasi muda," jelasnya.
Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Ambon turut dihadiri Kapolda Maluku, Gubernur Maluku, Pangdam XV/Pattimura, unsur Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat, akademisi, hingga berbagai elemen masyarakat.
Semarak tarian Maku-Maku dan aksi Polisi Cilik menjadi atraksi yang paling membekas dalam perayaan tersebut.
Selain menghibur, keduanya membawa pesan tentang pentingnya menjaga budaya, memperkuat persaudaraan, dan menyiapkan generasi muda yang berkarakter sebagai fondasi Maluku yang aman dan Indonesia yang maju.(*)