Tersingkirnya Jerman secara mengejutkan dari Piala Dunia FIFA 2026 kembali memunculkan perdebatan lama mengenai siapa yang layak memimpin tim nasional tersebut. Nama Jürgen Klopp sekali lagi muncul sebagai kandidat utama untuk menggantikan Julian Nagelsmann jika Asosiasi Sepak Bola Jerman (DFB) memutuskan untuk melakukan perubahan. Meski Klopp telah menanggapi spekulasi tersebut secara terbuka dengan menegaskan bahwa saat ini bukan waktu yang tepat untuk membahas hal itu, laporan menyebutkan bahwa ia tetap menjadi pilihan utama bagi sejumlah petinggi DFB di tengah meningkatnya tekanan terhadap masa depan Nagelsmann setelah tersingkirnya Jerman paling awal dalam sejarah fase gugur Piala Dunia.
Klopp menjauhkan diri dari pembicaraan langsung soal peluang melatih Jerman meski spekulasi terus berkembang. Kekalahan Jerman melalui adu penalti dari Paraguay di babak 32 besar otomatis menggeser perhatian dari performa di lapangan ke masa depan Julian Nagelsmann, yang kini semakin berada di bawah tekanan setelah kembali gagal di turnamen besar.
Kekalahan tersebut merupakan pertama kalinya Jerman kalah dalam adu penalti di Piala Dunia, mengakhiri rekor sempurna yang telah bertahan sejak 1982, sekaligus membuat perjalanan mereka berakhir di babak gugur pertama. Hasil ini memperpanjang periode suram bagi salah satu kekuatan tradisional sepak bola dunia, setelah sebelumnya juga tersingkir di fase grup pada tahun 2018 dan 2022.
Dalam situasi tersebut, mantan manajer Liverpool Jürgen Klopp kembali dikaitkan dengan jabatan pelatih tim nasional. Menurut laporan, Klopp dikabarkan bersedia mengambil alih jika DFB memutuskan berpisah dengan Nagelsmann. Sementara itu, talkSPORT melaporkan bahwa Klopp telah didekati terkait posisi tersebut, dan sejumlah pejabat senior di DFB diyakini mendukung penunjukannya jika terjadi pergantian pelatih.
Namun, Klopp berusaha meredam spekulasi itu saat berbicara di MagentaTV, tempat ia bekerja sebagai pundit sepanjang turnamen. Ia mengatakan:
“Saya belum memikirkan hal itu. Saya mengerti bahwa ketika posisi pelatih nasional dibicarakan, nama saya pasti muncul di beberapa pembahasan. Tapi ini bukan waktu yang tepat untuk benar-benar membicarakannya. Tidak ada yang perlu dikatakan tentang itu. Saya punya pekerjaan yang sangat saya nikmati. Sejauh yang saya tahu, ini bukan pekerjaan paruh waktu.”
Pelatih berusia 58 tahun tersebut saat ini menjabat sebagai Kepala Global Sepak Bola untuk Red Bull, posisi jangka panjang yang berulang kali ia sebut sebagai komitmen penuh waktu. Meski begitu, laporan di Jerman menyebut bahwa kontraknya memiliki klausul keluar khusus yang memungkinkan dia mengambil alih posisi pelatih tim nasional Jerman jika kesempatan itu datang.
Nagelsmann sendiri menegaskan tidak akan mengundurkan diri sementara DFB mempertimbangkan langkah berikutnya. Untuk saat ini, Nagelsmann tetap menjadi pelatih kepala Jerman dan menegaskan tidak berniat mundur secara sukarela. Setelah kekalahan dari Paraguay—yang membuat Jerman tersingkir usai bermain imbang 1-1 dan kalah 4-3 lewat adu penalti—pelatih berusia 38 tahun itu menegaskan akan melanjutkan tugasnya jika DFB masih menginginkannya.
“Saya tidak akan mundur,” ujar Nagelsmann kepada wartawan usai pertandingan.
“Jika DFB ingin saya lanjut, saya akan lanjut, tapi saya tahu bagaimana industri ini bekerja. Saya tahu banyak orang ingin saya pergi sekarang, tapi saya akan tetap bertahan jika DFB menginginkan saya tetap di sini. Jika kita melakukan survei di Jerman hari ini, mungkin rakyat tidak akan berbicara positif tentang saya. Kami tidak banyak memberikan alasan untuk dirayakan di turnamen ini. Saya tahu tidak semua orang di Jerman akan setuju jika saya tetap menjabat.”
Kontrak Nagelsmann saat ini berlaku hingga Euro 2028, setelah ia menandatangani perpanjangan pada Januari 2025 usai membawa Jerman ke semifinal Euro 2024, di mana mereka tersingkir setelah perpanjangan waktu oleh juara akhirnya, Spanyol.
Sebelum memimpin tim nasional, Nagelsmann membangun reputasinya melalui masa sukses bersama Hoffenheim, RB Leipzig, dan Bayern München. Namun, turnamen internasional besar pertamanya berakhir dengan kekecewaan karena Jerman gagal melanjutkan performa positif dari kampanye Euro sebelumnya.
Klopp tetap menjadi favorit utama jika DFB memutuskan untuk mengubah arah. Walaupun belum ada keputusan resmi, spekulasi tentang Klopp semakin menguat setelah tersingkirnya Jerman. Sejumlah tokoh senior di federasi dikabarkan mendukung penunjukan mantan manajer Liverpool itu jika Nagelsmann hengkang, sementara mantan kapten Jerman Bastian Schweinsteiger termasuk di antara sosok yang percaya bahwa Klopp adalah kandidat paling tepat untuk menggantikannya.
Laporan tambahan juga menyebutkan bahwa jika Klopp diangkat, ia akan mencari kesepakatan yang memberinya fleksibilitas lebih besar dibandingkan peran pelatih internasional pada umumnya, sehingga ia tidak perlu menghabiskan setiap akhir pekan untuk memantau pemain Bundesliga maupun liga luar negeri sepanjang musim klub.
Untuk saat ini, Klopp bersikeras bahwa fokusnya tetap pada tanggung jawabnya di Red Bull, bukan pada pekerjaan di tim nasional Jerman. Namun, dengan Jerman kembali menghadapi pertanyaan besar setelah tersingkir di Piala Dunia dan DFB tengah mengevaluasi opsi yang ada, nama Klopp sekali lagi menjadi pusat perhatian dalam salah satu kisah manajerial terbesar di sepak bola internasional.