TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN - Suasana Pelabuhan Liem Hie Djung, Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara, sejak Kamis (2/7/2026) pagi sudah dipenuhi aktivitas calon penumpang yang hendak menyeberang ke Kota Tarakan.
Mereka tampak datang membawa koper, tas ransel, hingga kardus berisi barang bawaan sambil menunggu panggilan naik ke atas speedboat.
Di sisi dermaga, satu per satu armada sandar dan kembali bertolak membawa puluhan penumpang.
Sementara di ruang tunggu, antrean warga berdatangan untuk membeli tiket maupun menunggu jadwal keberangkatan berikutnya.
Ramainya aktivitas tersebut seiring beroperasinya 10 armada speedboat yang setiap hari melayani rute Nunukan-Tarakan dengan waktu tempuh sekitar tiga jam.
Baca juga: Bukan Sekadar Belajar Bahasa Inggris, Politeknik Negeri Nunukan Buka Prodi Siap Hadapi Dunia Kerja
Kepala Seksi Operasional Pelayanan Kepelabuhanan, Alexander, mengatakan seluruh armada telah disiapkan untuk melayani tingginya mobilitas masyarakat.
"Ada 10 armada yang diberangkatkan hari ini, mulai pukul 07.20 hingga keberangkatan terakhir pukul 14.15 Wita," ujarnya kepada TribunKaltara.com, Kamis (2/7/2026).
Menurut Alexander, banyaknya jadwal keberangkatan membuat masyarakat tidak perlu khawatir kehabisan pilihan waktu berlayar.
"Keberangkatan dimulai sejak pagi agar masyarakat memiliki banyak pilihan, terutama bagi yang memiliki keperluan mendesak di Tarakan," katanya.
Tak hanya menawarkan banyak pilihan jadwal, tarif penyeberangan juga masih dipatok Rp280.000 per penumpang. Harga tersebut sudah termasuk asuransi perjalanan dan retribusi pelabuhan.
Selama perjalanan, penumpang juga disuguhi fasilitas yang cukup nyaman. Seluruh armada dilengkapi pendingin ruangan (AC), televisi, hingga toilet sehingga perjalanan laut menuju Tarakan terasa lebih nyaman.
Alexander mengimbau masyarakat datang lebih awal sebelum jadwal keberangkatan agar proses pembelian tiket dan naik ke kapal dapat berjalan lancar.
"Kami sarankan penumpang datang lebih cepat untuk menghindari antrean, apalagi saat jumlah penumpang sedang ramai," ucapnya.
Adapun jadwal keberangkatan di Pelabuhan Liem Hie Djung, rute Nunukan-Tarakan:
Dengan 10 armada yang beroperasi setiap hari, Pelabuhan Liem Hie Djung tetap menjadi urat nadi transportasi laut masyarakat perbatasan, menghubungkan Nunukan dan Tarakan untuk berbagai keperluan, mulai dari pekerjaan, pendidikan, bisnis, hingga urusan keluarga.
(*)
Penulis: Fatimah Majid