Warga Utara Ende Keluhkan Kelangkaan BBM, Pertalite Tembus Rp40 Ribu per Botol
Gordy Donovan July 02, 2026 08:44 AM

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Albert Aquinaldo

TRIBUNFLORES.COM, ENDE – Warga di wilayah utara Kabupaten Ende mengeluhkan kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite dan Solar dalam beberapa hari terakhir.

Kondisi ini menyebabkan harga BBM eceran di tingkat pengecer naik drastis, jauh di atas harga normal.

Kelangkaan tersebut terutama terjadi di wilayah Kecamatan Wewaria, yang stok BBM-nya dilaporkan kosong sejak sekitar dua hari terakhir.

Sementara itu, di beberapa wilayah lain, seperti Kota Baru, kondisi pasokan BBM masih relatif aman.

Baca juga: Warga Utara Ende Keluhkan Dampak Pembatasan BBM, Solar Tembus Rp500 Ribu per 35 Liter

Sulit dapatkan BBM

Seorang warga wilayah utara Kabupaten Ende, Romantiana Gepe, mengungkapkan bahwa masyarakat kini kesulitan mendapatkan BBM dan terpaksa membelinya dari pengecer dengan harga yang jauh lebih tinggi.

"Aduh, di sini kami solar dan bensin kosong semua. Sudah dua hari ini. Ada yang jual eceran, tapi sedikit sekali. Satu botol Aqua besar itu sudah Rp40 ribu. Solar satu jeriken 5 liter Rp60 ribu," ungkapnya, Rabu (1/7/2026).

Ia menambahkan, sebelumnya harga BBM eceran masih berada pada kisaran Rp20 ribu hingga Rp30 ribu untuk Pertalite dalam botol ukuran besar. Namun, kini harganya melonjak hampir dua kali lipat akibat keterbatasan pasokan.

"Dulu masih Rp20 ribu sampai Rp30 ribu, sekarang sudah Rp40 ribu," tambahnya.

Akibat kondisi tersebut, sebagian warga terpaksa mencari BBM hingga ke Kabupaten Sikka untuk memenuhi kebutuhan transportasi dan aktivitas sehari-hari.

Sejumlah aktivitas masyarakat, terutama yang bergantung pada kendaraan maupun alat kerja berbahan bakar, juga ikut terdampak.

Bahkan, sebagian besar lahan persawahan warga setempat belum dapat digarap karena kelangkaan serta mahalnya harga BBM bersubsidi di tingkat pengecer.

Warga berharap pemerintah segera menormalkan distribusi BBM bersubsidi ke wilayah utara Kabupaten Ende agar pasokan kembali stabil dan harga dapat kembali normal.

Keluhan tersebut datang dari para petani dan masyarakat pengguna kendaraan bermotor.

Kepala Desa Fataatu Timur, Isak Abel Do, mengatakan bahwa ketersediaan BBM di wilayah utara sudah berada dalam kondisi yang tidak normal.

"Untuk BBM di wilayah utara ini sudah parah. Masyarakat sudah mengeluh dan khawatir karena mulai dua hari lalu solar sudah tidak bisa didapat. Petani sudah kewalahan karena tidak bisa membajak sawah, lalu pengusaha-pengusaha lokal pun kesulitan mendapatkan solar," ungkapnya, Selasa (30/6/2026).

Saat ini, kata dia, solar sebanyak 35 liter dijual dengan harga Rp500 ribu.

Sementara itu, Pertalite yang biasa dijual eceran dalam botol air mineral ukuran 1,5 liter naik menjadi Rp25 ribu hingga Rp30 ribu per botol.

Sementara itu, satu-satunya SPBU di wilayah utara yang berada di Desa Niranusa dilaporkan sudah tidak menjual BBM selama dua minggu terakhir, sehingga memperparah kelangkaan di wilayah tersebut. (Bet)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.