Link Pendaftaran Dibuka Hanya 15 menit, Puluhan Orangtua Calon Siswa SMPN 1 Sentani Mengadu ke DPR
Paul Manahara Tambunan July 02, 2026 10:29 AM

 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Putri Nurjannah Kurita

TRIBUN-PAPUA.COM, SENTANI - Sistem Seleksi Penerimaan Peserta Didik (SPPD) yang hanya terbuka selama 15 menit memicu keluhan dari para orang tua calon siswa SMP Negeri 1 Sentani.

Mereka mengaku tidak sempat mengunduh dan melengkapi seluruh dokumen persyaratan yang diminta sebelum sistem mendadak ditutup.

​Merasa menemui jalan buntu, puluhan orang tua siswa tersebut akhirnya mendatangi Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Jayapura di Gunung Merah, Sentani, Rabu (1/7/2026), untuk mengadukan persoalan ini kepada anggota Komisi C.

​Salah satu orang tua siswa yang enggan disebutkan namanya menjelaskan bahwa tautan (link) pendaftaran daring (online) tersebut baru dibuka hari ini pada pukul 08.00 WIT.

Namun, saat proses pengunggahan dokumen sedang berjalan, sistem tiba-tiba mengalihkan halaman ke menu utama situs web.

​"Kurang dari 20 menit, berkas yang harus diunggah dan data yang harus diisi itu banyak sekali, tetapi link-nya langsung tertutup. Kami bingung, ini kendala dari server atau jaringan," bebernya.

​Mendapati kendala tersebut, puluhan orang tua sempat langsung mendatangi sekolah untuk meminta penjelasan.

Sayangnya, mereka tidak menemui satu pun panitia atau guru di lokasi, melainkan hanya petugas keamanan (security).

Baca juga: Buka 432 Kuota Siswa Baru, Pendaftaran SMAN 2 Jayapura Gratis Hingga 24 Juni

Mereka juga merasa kecewa karena rata-rata merupakan warga setempat yang mendaftar melalui jalur zonasi (domisili).

​"Tidak ada siapa-siapa di sekolah, panitia maupun guru-guru tidak ada, hanya ada security," tambahnya.

​Kondisi itulah yang mendorong mereka untuk mengadu ke dewan.

"Hasil pertemuan dengan dewan tadi, katanya akan ada koordinasi dengan kepala sekolah. Kami berharap anak-anak kami bisa diterima karena kami sudah mengikuti tahapan-tahapannya. Untuk SMP Negeri 2, kami harap sistemnya bisa tetap online," ujarnya.

Tanggapan DPRD

​Menanggapi aduan tersebut, Sekretaris Komisi C DPRK Jayapura, Paskaria A. Wally, membenarkan bahwa pihaknya telah menerima aspirasi dari para orang tua murid.

Ia menyayangkan sistem zonasi yang bermasalah ini, mengingat rumah para calon siswa yang tidak lolos tersebut justru berada di wilayah Sentani Kota dan sangat dekat dengan sekolah.

​"Kendalanya, mereka yang tidak diterima ini tinggal dekat sekali dengan sekolah. Link hanya dibuka 15 menit, sementara persyaratannya banyak termasuk ijazah, sehingga durasinya tidak cukup dan kuota langsung penuh," kata Paskaria.

​Paskaria menambahkan, saat dewan mencoba mengonfirmasi, Kepala Dinas Pendidikan sedang tidak berada di tempat. Kendati demikian, Komisi C berharap Kepala Bidang (Kabid) SMP bisa segera berkoordinasi dengan pihak SMP Negeri 1 Sentani untuk membuka opsi pendaftaran secara luring (offline), mengingat sekolah-sekolah lain saat ini pendaftarannya sudah ditutup.

​Di tempat yang sama, Kabid SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Jayapura, Manfred Rumbiak, memberikan penjelasannya terkait kekisruhan ini. Pihaknya berjanji akan segera melakukan koordinasi intensif dengan pihak sekolah.

​"Setiap tahun sekolah selalu menyampaikan bahwa penerimaan siswa baru harus disesuaikan dengan jumlah rombongan belajar (rombel) di Dapodik, tidak bisa melebihi kapasitas tersebut. Namun, persoalan yang dihadapi orang tua saat ini adalah mereka masuk dalam jalur zonasi yang mendasarkan pada domisili dekat sekolah. Hal ini yang akan saya koordinasikan agar mereka bisa diakomodir melalui jalur domisili," jelas Manfred.

Baca juga: Jumlah Calon Siswa Baru di SMA YPK Ebenhaizer Sarmi Terus Bertambah Mendekati Kuota

​Berdasarkan data, para orang tua yang mengadu tersebut tinggal di sekitar kawasan kantor camat lama, area Bandara Sentani, Kampung Sereh, hingga area di belakang SMP Negeri 1 Sentani.

Mereka merasa tidak puas karena secara geografis letak rumah mereka sangat dekat, namun anak-anak mereka justru tidak terakomodir sistem.

​"Saya sudah sampaikan kepada orang tua, berikan saya waktu untuk berkoordinasi dengan pihak sekolah. Setelah itu, hasilnya akan kami sampaikan kepada dewan serta koordinator orang tua yang sudah ditunjuk," lanjut Manfred.

​Ia juga mengungkapkan bahwa kendala serupa sempat terjadi di SMP Negeri 2 Sentani yang berada di seputaran Lanud Silas Papare, namun masalah tersebut kini telah berhasil dikoordinasikan dengan kepala sekolah setempat dan menemukan solusi.

Sementara Kepala Sekolah SMP 1 Negeri, Haryati Sokoy saat dikonfirmasi mengatakan, tidak dapat memberikan keterangan karena sedang merekap data siswa baru. "Maaf, nanti lain waktu. Soalnya saya masih sibuk rekap [data siswa]," ujarnya singkat melalui pesan WhatsApp. (*) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.