Tim SAR Gabungan Evakuasi ABK asal Filipina di Perairan Pulau Belitung
Ardhina Trisila Sakti July 02, 2026 11:28 AM

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas B Pangkalpinang melaksanakan Operasi SAR evakuasi medis (Medevac), terhadap seorang Anak Buah Kapal (ABK) asing dari MV Jacob Oldendorff di perairan Pulau Belitung.

Korban yang diketahui bernama Picache (35), warga negara Filipina, berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat pada Rabu malam (1/7/2026) malam.

Operasi SAR ini bermula dari laporan kedaruratan yang diterima Kansar Pangkalpinang pada pukul 17.47 WIB dari Kapten Vu Tuan, Nakhoda Kapal MV Jacob Oldendorff. 

Kapal kargo berbendera Filipina tersebut tengah berlayar, dari Tiongkok menuju Maroko.

Saat melintasi perairan Belitung sekitar pukul 17.00 WIB, korban mendadak mengalami nyeri perut kronis dan membutuhkan pertolongan medis segera.

​Merespons situasi tersebut, Tim SAR Gabungan langsung disiagakan.

Pada pukul 19.30 WIB, tim melaksanakan briefing persiapan pergerakan di Pelabuhan Tanjungpandan. 

"Tim kemudian bergerak menuju titik intercept (LKP) pada pukul 20.10 WIB menggunakan armada Rigid Inflatable Boat (RIB) 04 Basarnas. Di tengah kondisi cuaca berawan dengan kecepatan angin 7 knot dari Tenggara dan ombak setinggi 0,5 meter, tim berhasil bermanuver dan sandar di lambung kapal MV Jacob Oldendorff pada pukul 20.45 WIB," ujar Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas B Pangkalpinang, Mikel Rachman Junika, Kamis (2/7/2026).

​Setibanya di atas kapal kargo, Tim Medis dari Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Tanjungpandan langsung melakukan pemeriksaan klinis awal terhadap korban. 

Setelah kondisi korban dinyatakan memungkinkan untuk dipindahkan, proses evakuasi dari kapal kargo ke RIB 04 Basarnas dilakukan dengan aman. 

Tepat pada pukul 21.00 WIB, Tim SAR Gabungan bertolak kembali menuju Pelabuhan Pelindo Tanjungpandan dan tiba di dermaga pada pukul 21.45 WIB.

​"Korban selanjutnya langsung diserahterimakan kepada petugas medis darat dan dibawa menggunakan ambulans menuju RS Utama Belitung, guna mendapatkan perawatan medis intensif," ucapnya. 

Dengan dievakuasinya korban dalam keadaan selamat, seluruh unsur Tim SAR Gabungan melakukan debriefing pada pukul 22.30 WIB. 

Operasi SAR evakuasi medis resmi diusulkan untuk ditutup, dan seluruh personel yang terlibat dikembalikan ke kesatuannya masing-masing.

​Mikel Rachman Junika menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang terlibat. 

"Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh unsur Tim SAR Gabungan, baik dari personel USS Tanjung Pandan, KSOP, KKP, Pelni, Polairud, maupun TNI AL. Respons cepat (Quick Action) dan sinergi yang solid di lapangan menunjukkan komitmen bersama kita dalam semangat Satu Jiwa Satu Rasa untuk mewujudkan pelayanan SAR yang profesional, modern, dan teruji," ujar bebernya.

​Lebih lanjut, pihaknya mengimbau kepada seluruh nakhoda, awak kapal dan masyarakat nelayan yang melintasi atau beraktivitas di perairan Bangka Belitung agar senantiasa mengutamakan keselamatan. 

"Jika terjadi keadaan darurat yang membahayakan jiwa di perairan, jangan ragu untuk segera menghubungi Basarnas. Kami siap siaga 24 jam untuk memberikan pertolongan," tegasnya.

(Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.