TRIBUNBEKASI.COM- Viral Lagu berjudul Lalaki Langit Lalanang Bejad ciptaan Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein atau Om Zein.
Lagu itu menuai sorotan dan kritik. Lirik lagu berbahasa Sunda itu dikritik karena dinilai merendahkan perempuan, hingga mendapat tanggapan dari anggota DPR RI Atalia Praratya.
Atalia mengaku geram dan menyampaikan kritiknya melalui akun Instagram pada Rabu (1/7/2026). Menurutnya, lagu tersebut memuat narasi yang menghina perempuan, mulai dari menyinggung bentuk tubuh hingga siklus menstruasi.
Sebagai mantan Ketua PKK Kota Bandung dan Jawa Barat, Atalia mengaku tidak menemukan sisi yang dapat dimaknai sebagai penghormatan terhadap perempuan.
"Jujur, saya tidak habis pikir. Sepositif apapun saya mencoba memaknai lagu ini, saya tidak menemukan sedikit pun ruang untuk menganggap lirik ini sebagai bentuk penghormatan kepada perempuan," tulis Atalia.
Ia juga menyayangkan penggunaan bahasa Sunda untuk menyampaikan pesan yang dianggap merendahkan perempuan.
"Dari begitu banyak pilihan kata dalam Bahasa Sunda yang indah... Dari begitu banyak pesan yang bisa mengangkat nilai kehidupan... Mengapa justru narasi seperti ini yang dipilih?" tulisnya.
Menurut Atalia, budaya Sunda dibangun atas nilai silih asih, silih asah, silih asuh, dan silih wawangi, sehingga tidak mengajarkan seseorang menertawakan beban biologis perempuan.
Ia juga mempertanyakan mengapa narasi yang dinilainya patriarkal justru muncul dari karya seorang kepala daerah.
Lagu Lalaki Langit Lalanang Bejad diunggah melalui kanal YouTube pribadi Saepul Bahri Binzein pada 18 Januari 2026.
Lirik lagu tersebut berisi ungkapan syukur karena terlahir sebagai laki-laki, disertai sejumlah kalimat yang membandingkan laki-laki dan perempuan dengan menyinggung keguguran, penggunaan bra, menstruasi, hingga riasan wajah. Isi lirik inilah yang kemudian memicu kritik karena dinilai merendahkan perempuan dikutip dari tribunjakarta
Saepul Bahri Binzein lahir di Subang, Jawa Barat, pada 14 Agustus 1972. Ia menempuh pendidikan di SDN Simpar 2, MTs Matlaul Anwar, MAN Subang, lalu melanjutkan kuliah di STAI Miftahul Huda dan lulus pada 1997.
Sebelum menjadi kepala daerah, ia berkarier sebagai dosen Ilmu Politik dan kemudian menjadi anggota DPRD Purwakarta serta pernah menjabat Ketua Komisi Pendidikan.
Pada Pilkada 2024, Saepul Bahri Binzein bersama Abang Ijo Hapidin terpilih sebagai Bupati dan Wakil Bupati Purwakarta periode 2025-2030.
Berdasarkan data e-LHKPN KPK, laporan harta kekayaan yang diterbitkan pada 23 Agustus 2024 mencatat Saepul Bahri Binzein memiliki total kekayaan sebesar Rp72.991.876.302.