TRIBUNJOGJA.COM – Mengetahui tipe kepribadian merupakan salah satu cara untuk lebih mengenali seseorang.
Dengan mengetahui tipe kepribadian seseorang, kita dapat lebih mudah menyesuaikan cara berkomunikasi maupun pendekatan terhadap orang tersebut.
Selain itu, mengetahui tipe kepribadian diri sendiri juga tidak kalah penting.
Tujuannya adalah agar lebih mudah menemukan teman atau lingkungan yang memiliki frekuensi yang sama, sehingga komunikasi dapat terjalin dengan lebih nyaman dan saling memahami.
Tipe kepribadian yang umum diketahui masyarakat ada dua, yaitu introvert dan ekstrovert.
Meskipun begitu, masih banyak orang yang mengira kedua tipe kepribadian tersebut merupakan pembeda antara orang yang pemalu dan tidak pemalu.
Padahal, perbedaan utama antara introvert dan ekstrovert terletak pada bagaimana seseorang mengisi kembali energinya.
Jika diibaratkan seperti sebuah perangkat elektronik yang memiliki baterai, manusia juga membutuhkan waktu untuk mengisi kembali energi setelah melakukan berbagai aktivitas.
Orang dengan tipe kepribadian introvert cenderung mengisi energinya melalui aktivitas yang dilakukan sendiri, seperti membaca buku, mendengarkan musik, atau berjalan-jalan sendirian.
Sementara itu, seseorang dengan tipe kepribadian ekstrovert justru lebih senang mengisi energinya melalui aktivitas yang melibatkan banyak orang atau interaksi sosial.
Namun, akhir-akhir ini muncul tipe kepribadian yang sedang ramai diperbincangkan.
Pasalnya, banyak orang yang merasa dirinya tidak sepenuhnya introvert maupun ekstrovert, sehingga merasa cocok dengan ciri-ciri kepribadian ini.
Nama tipe kepribadian tersebut adalah ambivert. Lantas, apa saja ciri-ciri kepribadian ambivert?
Apakah Anda juga termasuk salah satunya?
Berikut lima ciri kepribadian ambivert berdasarkan jurnal yang ditulis oleh Aglin Layuk Sarassang dan Abdul Rahman pada tahun 2023.
1. Bisa Menjadi Pendengar Sekaligus Pembicara yang Baik
Jika seorang introvert cenderung dikenal sebagai pendengar yang baik, sedangkan seorang ekstrovert lebih menonjol sebagai pembicara, maka ambivert merupakan perpaduan dari keduanya.
Seseorang yang memiliki kepribadian ambivert cenderung tidak hanya menonjol sebagai pembicara maupun hanya menjadi pendengar di dalam sebuah forum.
Mereka mampu menempatkan diri sesuai dengan situasi yang sedang dihadapi.
Orang dengan tipe ambivert dapat mengetahui kapan harus mendengarkan dengan penuh perhatian dan kapan harus menyampaikan pendapatnya.
Kemampuan inilah yang membuat mereka sering kali terasa nyaman saat diajak berdiskusi maupun berbincang dengan banyak orang.
Sesuai dengan namanya, orang dengan kepribadian ambivert terkenal dengan fleksibilitasnya serta pendiriannya yang dapat menyesuaikan situasi.
2. Senang Bersosialisasi Maupun Menyendiri
Seseorang dengan tipe kepribadian ambivert tidak memiliki masalah dengan keadaan sekitarnya, baik ketika berada di tengah keramaian maupun saat berada dalam suasana yang tenang.
Orang seperti ini lebih fleksibel mengikuti keinginan dan kebutuhannya. Ada kalanya ia menjadi sosok yang mendominasi sebuah forum karena merasa nyaman untuk berbicara.
Namun, di kesempatan lain ia juga bisa menjadi orang yang sangat pendiam meskipun berada di tengah keramaian.
Semua itu bukan karena dirinya berubah-ubah, melainkan karena ia mampu menyesuaikan diri dengan situasi dan orang-orang di sekitarnya.
Memang sedikit lebih rumit dipahami oleh orang lain, tetapi orang yang memiliki tipe kepribadian seperti ini biasanya akan merasa sangat relate.
3. Penyeimbang dalam Banyak Situasi
Hampir sama dengan situasi sebelumnya, seseorang dengan tipe kepribadian ambivert mampu menyesuaikan dirinya dengan lingkungan tempat dia berada.
Seolah-olah seperti seekor bunglon, orang dengan kepribadian ambivert mampu melihat kondisi di sekitarnya, termasuk bagaimana karakter orang-orang yang sedang bersamanya.
Misalnya, ketika seorang ambivert berada di tengah kelompok yang didominasi oleh orang-orang introvert, tidak jarang dirinya menjadi sosok yang mencairkan suasana.
Sebaliknya, ketika berada di lingkungan yang dipenuhi orang-orang ekstrovert, dia mampu menjadi pendengar yang baik dan memberikan ruang kepada orang lain untuk berbicara.
4. Memiliki Banyak Teman dan Beberapa Teman Dekat
Jika seseorang dengan tipe kepribadian introvert dikenal memiliki jumlah teman yang tidak terlalu banyak, sedangkan ekstrovert dikenal memiliki banyak teman karena senang bergaul, maka ambivert dapat memiliki keduanya.
Seseorang dengan kepribadian ambivert dapat memiliki banyak teman karena mudah bersosialisasi.
Namun, di sisi lain, ia juga memiliki beberapa teman dekat atau inner circle yang menjadi tempat untuk berbagi cerita, berkeluh kesah, maupun mencari dukungan ketika menghadapi suatu masalah.
5. Memiliki Rasa Empati yang Tinggi
Seseorang dengan tipe kepribadian ambivert cenderung lebih mudah memahami dan ikut merasakan apa yang dirasakan oleh orang lain.
Sebelum memberikan saran atau solusi, mereka akan mendengarkan cerita lawan bicaranya dengan saksama terlebih dahulu.
Dengan memahami situasi yang sedang dialami orang tersebut, mereka dapat memberikan tanggapan yang lebih tepat dan membuat lawan bicaranya merasa didengarkan.
Kemampuan untuk memahami perasaan orang lain inilah yang menjadi salah satu kelebihan yang cukup menonjol dari seseorang dengan tipe kepribadian ambivert.
(MG ABIL PRAMUDYA)