TRIBUNJOGJA.COM - Banyak pesepak bola mulai pensiun atau menerima peran sebagai pemain pelapis ketika memasuki usia akhir 30-an.
Namun, Cristiano Ronaldo masih menjadi pilihan utama Timnas Portugal meski telah berusia 41 tahun.
Konsistensi tersebut tentu bukan terjadi begitu saja.
Selama bertahun-tahun, Ronaldo dikenal sebagai salah satu atlet paling disiplin dalam menjaga kondisi tubuhnya, mulai dari latihan, pola makan, hingga pemulihan setelah bertanding.
Lantas, seperti apa rutinitas yang dijalani Cristiano Ronaldo hingga mampu tetap bersaing di level tertinggi?
Tidur Bukan Sekadar 8 Jam
Ronaldo dikenal menerapkan pola tidur yang berbeda dari kebanyakan orang.
Bersama pakar tidur asal Inggris, Nick Littlehales, ia sempat menjalani metode tidur dalam beberapa sesi sepanjang hari, bukan satu kali tidur panjang pada malam hari.
Total waktu tidurnya tetap sekitar tujuh setengah jam setiap hari.
Perlu dicatat, metode ini dirancang khusus untuk kebutuhan Ronaldo sebagai atlet profesional dengan jadwal latihan dan pertandingan yang padat.
Karena itu, pola tidur tersebut bukan rekomendasi umum yang bisa langsung diterapkan oleh semua orang.
Menjaga Persentase Lemak Tubuh
Cristiano Ronaldo dikenal memiliki persentase lemak tubuh sekitar 7 persen, jauh di bawah rata-rata pria dewasa.
Kondisi tersebut diimbangi dengan massa otot yang tetap terjaga meski usianya terus bertambah.
Kombinasi itu membantu Ronaldo mempertahankan kecepatan, kelincahan, dan daya ledak yang menjadi ciri khas permainannya selama bertahun-tahun.
Latihan Tidak Berhenti Setelah Sesi Tim
Bagi Ronaldo, latihan bersama tim bukan akhir dari rutinitas hariannya.
Ia dikenal masih menjalani latihan tambahan secara mandiri, mulai dari penguatan otot inti, peregangan, hingga latihan ringan untuk menjaga kebugaran.
Rutinitas tersebut dijalani secara konsisten selama bertahun-tahun dan menjadi bagian dari gaya hidupnya sebagai atlet profesional.
Recovery Menjadi Bagian Penting
Selain berlatih, Ronaldo juga memberi perhatian besar pada proses pemulihan tubuh.
Ia rutin menjalani cryotherapy, berendam air es, terapi kompresi, pijat, hingga menjaga kebutuhan cairan tubuh setiap hari.
Bagi atlet profesional, proses recovery sama pentingnya dengan latihan karena membantu tubuh kembali siap menghadapi pertandingan berikutnya sekaligus mengurangi risiko cedera.
Pola Makan yang Disiplin
Ronaldo menjalani pola makan yang sederhana tetapi disiplin.
Menu hariannya didominasi sumber protein seperti ikan dan ayam, dipadukan dengan sayuran serta makanan bergizi lainnya.
Ia juga dikenal membatasi konsumsi gula tambahan dan alkohol, sekaligus menjaga kebutuhan cairan tubuh agar tetap terpenuhi.
Disiplin yang Dibangun Sejak Muda
Kebiasaan menjaga kondisi fisik bukan sesuatu yang baru bagi Ronaldo.
Sejak awal karier profesionalnya, ia sudah dikenal sebagai pemain yang sering datang lebih awal untuk berlatih dan tetap berada di lapangan setelah sesi latihan tim selesai.
Disiplin yang dibangun selama lebih dari dua dekade itulah yang menjadi fondasi kebugarannya hingga sekarang.
Rutinitas tersebut tidak dibentuk dalam hitungan bulan, melainkan melalui kebiasaan yang terus dijaga sepanjang kariernya.
Di usia 41 tahun, Cristiano Ronaldo memang tidak lagi memiliki atribut fisik yang sama seperti saat berada di puncak kariernya.
Namun, rutinitas yang dijaganya selama bertahun-tahun membuatnya tetap mampu bersaing di level tertinggi.
Itu pula yang membuat Ronaldo masih dipercaya menjadi salah satu andalan Portugal ketika banyak pemain seangkatannya telah lama meninggalkan sepak bola internasional.
(MG Farhatiy Rijal)