Sejak melayani operasional di lintas Rangkasbitung–Merak, Kereta Petani Pedagang telah dimanfaatkan 30.189 pelanggan dan menjadi ruang perjalanan bagi petani, pedagang, serta masyarakat yang menggantungkan mobilitas harian pada kereta api
Jakarta (ANTARA) - PT Kereta Api Indonesia (Persero) terus menghadirkan layanan yang dekat dengan kebutuhan masyarakat. Salah satunya melalui pengoperasian Kereta Petani Pedagang di lintas Rangkasbitung–Merak, Banten, yang dirancang untuk mendukung aktivitas warga, terutama petani, pedagang, dan para pencari rezeki yang membawa hasil bumi maupun barang dagangan menggunakan kereta api.
Selama I Semester 2026, Kereta Petani Pedagang di lintas Rangkasbitung–Merak telah melayani 26.074 pelanggan. Sejak melayani operasional di lintas tersebut pada 1 Desember 2025, layanan ini telah dimanfaatkan 30.189 pelanggan, terdiri atas 4.115 pelanggan pada periode awal operasional bulan Desember 2025 dan 26.074 pelanggan sepanjang Januari–Juni 2026.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, Kereta Petani Pedagang merupakan bentuk adaptasi layanan KAI terhadap kebutuhan mobilitas masyarakat di daerah. Layanan ini memberi ruang yang lebih tertata bagi pelanggan yang membawa barang dagangan, hasil pertanian, maupun perlengkapan usaha dalam perjalanan harian.
“Kereta Petani Pedagang hadir dari kebutuhan masyarakat yang sangat riil. Di lintas Rangkasbitung–Merak, banyak pelanggan menggunakan kereta api untuk bekerja, berdagang, membawa hasil bumi, dan menghidupi ekonomi keluarga. KAI ingin perjalanan mereka lebih tertib, nyaman, dan tetap memperhatikan keselamatan,” ujar Anne.
Kereta Petani Pedagang yang melayani lintas Rangkasbitung–Merak merupakan karya Balai Yasa Surabaya Gubeng. Melalui kemampuan teknis dan pengalaman Insan perkeretaapian, sarana tersebut dimodifikasi agar dapat mendukung karakter perjalanan pelanggan yang membawa barang bawaan produktif, seperti hasil pertanian, bahan dagangan, dan kebutuhan usaha skala kecil.
Anne menjelaskan, keberadaan kereta tersebut memberi manfaat langsung bagi masyarakat. Petani dapat membawa hasil panen menuju titik perdagangan, pedagang dapat menjangkau pasar dan pelanggan dengan biaya perjalanan yang terukur, sementara masyarakat sekitar memperoleh akses transportasi yang lebih sesuai dengan aktivitas ekonomi harian.
“Di balik angka pelanggan, ada cerita tentang warga yang berangkat sejak pagi, membawa hasil kebun, barang dagangan, dan harapan untuk keluarganya. Karena itu, layanan ini kami tempatkan sebagai bagian dari peran kereta api dalam mendukung ekonomi rakyat di daerah,” kata Anne.
Selain melayani Kereta Petani Pedagang, lintas Rangkasbitung–Merak juga menjadi salah satu jalur penting bagi mobilitas KA Lokal. KA Lokal Rangkasbitung–Merak menghubungkan sejumlah wilayah di Banten hingga Stasiun Merak yang berada dekat dengan Pelabuhan Merak. Dari titik ini, masyarakat dapat melanjutkan perjalanan menyeberang ke Pulau Sumatra melalui layanan penyeberangan.
Konektivitas tersebut membuat KA Lokal Rangkasbitung–Merak memiliki peran penting bagi perjalanan masyarakat, baik untuk bekerja, berdagang, sekolah, mengakses layanan publik, maupun melanjutkan perjalanan antarpulau. Kehadiran layanan ini memperkuat hubungan mobilitas harian warga Banten dengan salah satu pintu penyeberangan utama menuju Sumatra.
KAI mencatat, volume pelanggan KA Lokal lintas Rangkasbitung–Merak terus menunjukkan tren positif dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2023, KA Lokal lintas Rangkasbitung–Merak melayani 3.617.478 pelanggan. Jumlah tersebut meningkat menjadi 4.269.154 pelanggan pada 2024, lalu kembali naik menjadi 4.463.498 pelanggan pada 2025. Dalam dua tahun, volume pelanggan bertambah 846.020 pelanggan atau tumbuh 23,39%.
Penguatan tren tersebut berlanjut pada 2026. Sepanjang Januari–Juni 2026, KA Lokal lintas Rangkasbitung–Merak melayani 2.414.115 pelanggan. Jumlah ini meningkat 207.444 pelanggan atau 9,40% dibandingkan periode yang sama pada 2025 sebanyak 2.206.671 pelanggan.
Menurut Anne, pertumbuhan pelanggan KA Lokal menunjukkan bahwa kereta api tetap menjadi pilihan utama masyarakat Banten untuk perjalanan harian. Layanan ini menghubungkan aktivitas pendidikan, pekerjaan, perdagangan, layanan publik, perjalanan keluarga, hingga akses menuju penyeberangan ke Pulau Sumatra melalui Pelabuhan Merak.
“KAI melihat lintas Rangkasbitung–Merak sebagai jalur yang memiliki nilai sosial, ekonomi, dan konektivitas yang kuat. Pertumbuhan pelanggan KA Lokal dan hadirnya Kereta Petani Pedagang memperlihatkan bahwa layanan kereta api semakin menyatu dengan kebutuhan masyarakat sehari-hari,” ujar Anne.
KAI akan terus menjaga keselamatan, ketertiban, dan kualitas layanan di lintas Rangkasbitung–Merak. Melalui penguatan layanan KA Lokal dan Kereta Petani Pedagang, KAI berkomitmen menghadirkan transportasi publik yang aman, terjangkau, serta memberi manfaat bagi masyarakat dan ekonomi daerah.
“Kami berterima kasih kepada pelanggan yang terus menggunakan kereta api secara tertib. KAI akan terus mendengarkan kebutuhan masyarakat agar layanan yang dihadirkan semakin relevan bagi perjalanan, pekerjaan, konektivitas, dan kehidupan ekonomi warga,” tutup Anne.





