POSBELITUNG.CO -- Lagu Lelaki Lalanang yang diciptakan Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein atau Om Zein menuai banyak kritikan.
Lagu tersebut menuai gelombang kritik setelah banyak pihak menilai liriknya mengandung pesan yang merendahkan perempuan.
Sebab terdapat beberapa lirik yang menyinggung pengalaman biologis perempuan, seperti kehamilan, keguguran, menstruasi, dan atribut tubuh perempuan lainnya.
Media menyebut lagu ini dipersoalkan karena dinilai memuat stereotip terhadap perempuan, sementara Om Zein menyampaikan bahwa lagu tersebut dimaksudkan sebagai cerita tentang dirinya sendiri dan bukan untuk menyinggung
“Itu puisi dan lagu diciptakan tahun 2020, bercerita tentang diri saya sendiri,” kata Om Zein melalui pesan singkat kepada Kompas.com, Rabu (1/7/2026).
Ia menyampaikan, karya tersebut lahir dari perenungannya terhadap perilaku masa lalunya yang menurutnya penuh kenakalan.
Baca juga: Biodata Jurist Tan, Sosok yang Buat Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara, Salahgunakan Wewenang
“Berawal dari renungan atas perilaku saya sendiri yang menurut saya saat itu saya nakal. Saya bersyukur Tuhan menciptakan saya jadi lelaki. Mungkin jika saya diciptakan jadi perempuan terjadi apa yang saya pikirkan karena saya belum bisa jaga diri,” ujarnya.
Saepul Bahri Binzein, S.Ag. Bupati Purwakarta terpilih periode 2025-2030.
Pria yang akrab disapa Om Zein itu, juga merupakan akademisi dan pernah berprofesi sebagai dosen Ilmu Politik.
Om Zein yang berpasangan dengan Wakil Bupati Purwakarta terpilih, Abang Ijo Hapidin berhasil meraih 251.998 suara sah atau 48,48 persen.
Perolehan suara tersebut, berhasil mengantarkannya menuju kursi Bupati Purwakarta 2025-2030.
Kehidupan Pribadi
Berdasarkan penelusuran Tribunnews, Saepul Bahri Binzein lahir di Subang, Jawa Barat pada 14 Agustus 1972.
Pendidikan
Saepul Bahri Binzein mengawali pendidikannya di SDN Simpar 2, tempat ia menimba ilmu dasar dari tahun 1980 hingga 1986.
Setelah lulus, ia melanjutkan jenjang pendidikan menengahnya di MTs Matlaul Anwar tahun 1986 dan menyelesaikannya pada 1989.
Semangatnya dalam menuntut ilmu berlanjut ke tingkat Madrasah Aliyah di MAN Subang, ia belajar dari tahun 1989-1992.
Tidak berhenti di sana, Saepul Bahri Binzein melanjutkan studi ke perguruan tinggi di Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Miftahul Huda, dan berhasil menyelesaikan pendidikannya pada tahun 1997.
Karier
Saepul Bahri Binzein memulai karier sebagai dosen Ilmu Politik, yang kemudian membawanya terjun ke dunia politik praktis.
Ia memulai kiprah politiknya sebagai anggota DPRD Purwakarta, di mana ia dipercaya menjabat sebagai Ketua Komisi Pendidikan.
Om Zein berhasil meningkatkan kualitas pendidikan di daerahnya melalui berbagai kebijakan inovatif.
Bak gayung bersambut, berkat kinerja dan prestasinya itu, sejumlah Partai Politik mulai melirik dan mencalonkan pria kelahiran Subang itu untuk maju dalam Pemilihan Kepala Daerah atau Pilkada 2024.
Om Zein bersama Abang Ijo Hapidin maju dalam Pilkada 2024 dan akhirnya terpilih menjadi Bupati-Wakil Bupati Purwakarta periode 2025 hingga 2030.
Baca juga: Biodata Ory Vitrio, Suami Oki Setiana Dewi Diisukan Poligami, Istri Pasang Badan: Tidak Benar
Harta Kekayaan
Mengutip dari situs e-LHKPN KPK, Saepul Bahri Binzein diketahui memiliki kekayaan mencapai Rp 72.991.876.302
Laporan harta kekayaan terbaru Saepul Bahri Binzein diterbitkan pada 23 Agustus 2024.
Lagu ciptaan Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein atau Om Zein mendapat cemoohan dari berbagai pihak.
Lagu berjudul Lalaki Langit, Lalanang Bejad ini dinilai telah merendahkan wanita.
Om Zein mengatakan, lagu sekaligus puisi berjudul “Lalaki Langit, Lalanang Bejat” itu bukan ditujukan menyudutkan perempuan, melainkan merupakan refleksi atas perjalanan hidupnya sendiri.
“Itu puisi dan lagu diciptakan tahun 2020, bercerita tentang diri saya sendiri,” kata Om Zein melalui pesan singkat kepada Kompas.com, Rabu (1/7/2026).
Ia menyampaikan, karya tersebut lahir dari perenungannya terhadap perilaku masa lalunya yang menurutnya penuh kenakalan.
“Berawal dari renungan atas perilaku saya sendiri yang menurut saya saat itu saya nakal. Saya bersyukur Tuhan menciptakan saya jadi lelaki. Mungkin jika saya diciptakan jadi perempuan terjadi apa yang saya pikirkan karena saya belum bisa jaga diri,” ujarnya.
Om Zein juga menyampaikan permohonan maaf apabila lirik lagu tersebut menimbulkan ketidaknyamanan di tengah masyarakat.
“Maaf jika ada pihak merasa tidak nyaman dengan lirik lagu itu. Namun tidak bermaksud menyinggung pihak tertentu. Itu murni cerita tentang diri saya sendiri,” katanya.
Begini liriknya :
Nuhun gusti
Terima kasih Tuhan
Tos nyiptaken kuring jadi lalaki
sudah menciptakan aku jadi laki-laki
Cacak mun jadi awewe
Andai saja jadi perempuan
Es-em-pe kelas tilu
sudah keguguran tujuh kali
Nuhun gusti
terima kasih Tuhan
Tos nyiptakeun kuring jadi lalaki
sudah mencipatakan aku jadi laki-laki
teu kudu meuli kurang
tidak usah membeli bra
nu busahna leuwih gede batan susu
yang buasanya lebih besar daripada payudara
nuhun gusti
terima kasih Tuhan
tos nyiptakeun kuring jadi lalaki
sudah menciptakan aku jadi laki-laki
teu kudu ngaprak-ngaparak apotek
tidak usah keluyuran mencari apotek
alatan telat bulan
karena telah bulan
nuhun gusti
terima kasih Tuhan
tos nyiptakeun kurang jadi lalaki
sudah menciptakan aku jadi laki-laki
teu kudu ngalukis halis jeung bulu mata
tidak usah melukis alis dan bulu mata
sakalina ngiceup hese beunta
yang sekali berkedip susah melek.
(Posbelitung.co/TribunnewsBogor.com/Tribunnews.com)