TRIBUNPONTIANAK.CO.ID – Indonesia kembali memiliki talenta muda yang siap bersaing di level tertinggi bulutangkis nasional.
Salah satunya adalah Ikhsan Lintang Pramudya, atlet spesialis ganda campuran yang berhasil menembus Pelatnas PBSI 2026.
Pencapaian tersebut menjadi langkah penting dalam perjalanan karier pebulutangkis muda asal Klaten, Jawa Tengah, yang selama ini terus menunjukkan perkembangan positif di dunia tepok bulu.
Baca juga: Profil Biodata Nahya Muhyifa, Pebulutangkis Asal Indramayu Lengkap Umur Nahya Muhyifa Sekarang
Ikhsan Lintang Pramudya lahir di Klaten pada 19 Januari 2007.
Di usianya yang baru menginjak 19 tahun, ia telah berhasil masuk dalam jajaran atlet binaan Pelatnas PBSI, sebuah prestasi yang menjadi impian banyak pebulutangkis muda Indonesia.
Memiliki tinggi badan 174 sentimeter dan bermain dengan tangan kanan, Lintang dikenal sebagai pemain yang berkiprah di sektor ganda campuran.
Dengan usia yang masih sangat muda, ia memiliki peluang besar untuk terus berkembang dan menjadi salah satu andalan Indonesia di masa depan.
Keberhasilan Lintang tidak lepas dari dukungan keluarga yang selalu berada di belakangnya.
Baca juga: Profil Siapakah Richie Duta Richardo, Atlet Asal Tanjung Pinang Berhasil Tembus Pelatnas PBSI
Ia merupakan putra dari Jundi Isnanto dan Endang Wahyuningsih yang selama ini memberikan dukungan penuh terhadap perjalanan kariernya di dunia bulutangkis.
Dalam profil pribadinya, Lintang mengaku mulai mengenal dan menekuni bulutangkis sejak usia 10 tahun.
Kecintaannya terhadap olahraga ini terus tumbuh hingga membawanya ke level nasional.
Pebulutangkis yang memiliki nama panggilan Lintang tersebut menjadikan pemain ganda putra Korea Selatan, Seo Seung Jae, sebagai idolanya.
Gaya bermain dan prestasi sang idola menjadi motivasi tersendiri baginya untuk terus meningkatkan kemampuan di lapangan.
Lintang juga menyebut orang tua dan para pelatih sebagai sosok yang paling berjasa dalam perjalanan karier bulutangkisnya.
Dukungan, arahan, dan pembinaan yang diterimanya menjadi fondasi penting hingga mampu mencapai Pelatnas PBSI.
Perjalanan Lintang dimulai dari klub Champion Klaten, tempat ia mengasah kemampuan dasar bulutangkis.
Bakatnya kemudian berkembang pesat hingga bergabung dengan PB Djarum Kudus, salah satu klub bulutangkis terbaik di Indonesia yang telah melahirkan banyak atlet berprestasi dunia.
Kini, dengan status sebagai atlet Pelatnas PBSI 2026, Ikhsan Lintang Pramudya menghadapi tantangan yang lebih besar.
Namun, dengan usia muda, kerja keras, serta dukungan keluarga dan pelatih, peluang untuk berkembang menjadi pemain elite Indonesia terbuka lebar.
Keberhasilan Lintang menembus Pelatnas sekaligus menjadi bukti bahwa regenerasi bulutangkis Indonesia terus berjalan.
Dari Klaten menuju Pelatnas PBSI, langkah besar Ikhsan Lintang Pramudya baru saja dimulai.