Kebutuhan Grand Desaian di Kabupaten Sintang Mendesak, Solusi Atasi Banjir Jangka Panjang
Madrosid July 02, 2026 11:31 AM

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Pemerintah Kabupaten Sintang berencana menyusun grand desain sistem drainase perkotaan sebagai solusi jangka panjang untuk mengatasi persoalan banjir dan genangan air yang semakin sering terjadi di sejumlah wilayah Kota Sintang.

Rencana tersebut disampaikan Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Permukiman (Perkim) Kabupaten Sintang, Hendrikus.

Ia mengakui hingga saat ini Kota Sintang belum memiliki grand desain drainase secara menyeluruh sebagai acuan dalam penanganan banjir maupun sistem pembuangan air.

Menurut Hendrikus, belum adanya perencanaan induk menjadi salah satu tantangan dalam menyelesaikan persoalan drainase yang selama ini terjadi di kawasan perkotaan.

“Kalau drainase dalam Kota Sintang memang selama ini kita belum punya grand desain secara umum. Ke depan, mudah-mudahan mulai tahun ini sampai 2027 kita akan menyusun satu grand desain untuk pengendalian banjir atau drainase,” kata Hendrikus, Kamis, 2 Juli 2026.

Baca juga: Korupsi di Sintang Terbongkar! Ini Respons Wakil Bupati Florensius Ronny

Ia menjelaskan, dokumen perencanaan tersebut nantinya akan menjadi pedoman dalam pembangunan sistem drainase Kota Sintang, termasuk menentukan arah kebijakan pengendalian aliran air dan penanganan titik-titik genangan yang selama ini menjadi persoalan.

Dengan adanya grand desain tersebut, pemerintah daerah diharapkan memiliki dasar perencanaan yang lebih terukur dalam menyelesaikan persoalan banjir sekaligus meningkatkan kualitas infrastruktur drainase di kawasan perkotaan.

Penyusunan grand desain juga diharapkan mampu menciptakan sistem drainase yang terintegrasi sehingga pembangunan saluran air di masa mendatang dapat dilakukan secara bertahap dan berkesinambungan.

Pernyataan Hendrikus tersebut sekaligus menanggapi usulan yang sebelumnya disampaikan Wakil Bupati Sintang, Florensius Ronny, bersama DPRD Kabupaten Sintang mengenai perlunya langkah jangka panjang dalam mengatasi genangan air yang semakin banyak muncul di kawasan permukiman maupun ruas jalan di Kota Sintang.

Sebelumnya, Wakil Bupati Sintang Florensius Ronny menyoroti meningkatnya genangan air yang terjadi di sejumlah kawasan Kota Sintang setiap kali hujan deras mengguyur.

Menurutnya, persoalan tersebut kini tidak hanya terjadi di ruas jalan utama, tetapi juga telah meluas hingga ke gang-gang permukiman dan kawasan perumahan.

Sebagai solusi jangka panjang, Pemerintah Kabupaten Sintang mengusulkan penyusunan grand desain sistem drainase kota yang terintegrasi dengan kawasan resapan air.

Konsep tersebut mencakup penataan jalur pembuangan air sekaligus perlindungan kawasan yang ditetapkan sebagai daerah resapan agar tidak beralih fungsi menjadi kawasan pembangunan.

Menurut Ronny, keberadaan kawasan resapan air memiliki peran penting dalam mengurangi risiko banjir dan genangan yang terjadi saat curah hujan tinggi.

Ia juga menilai lahan milik pemerintah daerah dapat diprioritaskan sebagai kawasan resapan air sehingga tetap terjaga fungsinya bagi lingkungan.

Selain itu, pemerintah juga dapat mempertimbangkan pembangunan ruang tampung air seperti danau buatan, kolam retensi, atau bentuk tampungan lainnya untuk mengendalikan debit air saat musim hujan.

“Ke depan harus jelas seperti apa saluran pembuangan air dan daerah serapan air. Kalau bisa memanfaatkan tanah pemda supaya tidak dibangun dan memang dikhususkan menjadi daerah serapan air,” jelas Ronny.

Melalui penyusunan grand desain tersebut, Pemerintah Kabupaten Sintang berharap penanganan drainase tidak lagi dilakukan secara parsial, melainkan berdasarkan perencanaan yang komprehensif sehingga mampu mengurangi genangan air dan meningkatkan kualitas lingkungan perkotaan secara berkelanjutan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.