BANJARMASINPOST.CO.ID, MEMPAWAH - Diduga dipacu dengan kecepatan tinggi, sebuah mobil pikap bermuatan durian menabrak pohon dan terguling, Rabu 1 Juli 2026, sekitar pukul 05.30 WIB.
Insiden kecelakaan tunggal yang terjadi di Jalan Raya Anjungan-Mandor KM 68,500, tepatnya di depan Gua Maria Anjungan, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat,mengakibatkan seorang kernet bernama Yanto (29), meninggal dunia.
Warga Desa Sailo, Kecamatan Mempawah Hulu mengalami luka berat di bagian kepala.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Mempawah, Ipda Yogi Permana membenarkan kecelakaan tunggal yang dialami sebuah mobil pikap Daihatsu Grand Max bernomor polisi KB 81XX XX yang dikemudikan Riki.
Baca juga: Mobil Anggota DPRD Banjar Kecelakaan di Desa Tambak Sirang, Tabrak Warung 5 Orang Dilarikan Ke RS
Ia menjelaskan, Riki melaju dari arah Mandor menuju Sungai Pinyuh dengan membawa muatan buah durian.
Sesampainya di KM 68,500, Riki kehilangan kendali diduga karena berkendara dengan kecepatan tinggi.
Alhasil mobil yang dikemudikannya keluar dari bahu jalan.
"Kendaraan kemudian keluar ke bahu jalan sebelah kiri, menabrak pohon, lalu terguling dalam posisi terbalik," ujar Ipda Yogi.
Akibat benturan keras tersebut, Yanto yang berada di dalam kendaraan mengalami luka serius pada bagian kepala.
Korban sempat dievakuasi bersama pengemudi ke Puskesmas Sungai Pinyuh, namun nyawanya tidak dapat diselamatkan.
Sementara itu, Riki selamat dan masih menjalani penanganan serta dimintai keterangan oleh petugas.
Ipda Yogi menjelaskan, pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan.
Namun, dari hasil penyelidikan sementara, kendaraan diduga kehilangan keseimbangan sebelum akhirnya keluar dari badan jalan.
Baca juga: Empat Hari Pencarian, Korban Terakhir Kecelakaan Kapal di Perairan Labuan Mas Kotabaru Ditemukan
"Seluruh rangkaian peristiwa masih kami dalami. Kami mengimbau kepada seluruh pengendara agar selalu mengutamakan keselamatan, tidak memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi, memastikan kondisi kendaraan layak jalan, serta beristirahat apabila merasa lelah atau mengantuk saat berkendara," tegasnya.
Usai menerima laporan, petugas kepolisian langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah TKP, mengatur arus lalu lintas, serta mengevakuasi kendaraan yang terbalik di tepi parit. (*)