Grid.ID – Sosok Abdul Haris Agam atau yang dikenal sebagai Agam Rinjani belakangan menjadi sorotan karena ditolak saat hendak ke Gunung Rinjani. Bagaimana kronologi Agam Rinjani ditolak datang ke Gunung Rinjani?
Kronologi Agam Rinjani ditolak datang ke Gunung Rinjani tentu membuat publik penasaran karena setahun lalu ia menuai pujian karena terlibat dalam proses evakuasi pendaki asal Brasil, Juliana Marins.
Tidak ayal, banyak pihak yang bertanya-tanya terkait kronologi Agam Rinjani ditolak datang ke Gunung Rinjani oleh sejumlah pelaku wisata dan masyarakat setempat.
Seperti diketahui, Agam berencana datang ke Gunung Rinjani bersama konten kreator sekaligus pegiat konservasi Panji Petualang untuk mengenang satu tahun proses evakuasi Juliana Marins yang meninggal dunia setelah terjatuh ke jurang Gunung Rinjani pada Juni 2025.
Akan tetapi, rencana tersebut mendapat penolakan dari Forum Wisata Lingkar Rinjani. Menanggapi polemik ini, Panji Petualang akhirnya menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada masyarakat Lombok, khususnya Suku Sasak dan para pelaku wisata di kawasan Gunung Rinjani.
"Mohon maaf yang seluas-luasnya untuk semua keluargaku di Lombok. Khususnya untuk semua pihak yang tersinggung atau tersakiti karena postinganku," kata Panji melalui akun Instagram @panjipetualang_real pada 19 Juni 2026.
Dalam unggahannya, Panji mengaku awalnya tidak mengetahui adanya persoalan lama antara Agam dengan sejumlah relawan dan komunitas di kawasan Rinjani.
Menurutnya, rencana membuat konten itu muncul setelah dirinya bertemu Agam di Jakarta dan membahas momen satu tahun proses penyelamatan Juliana Marins.
Setelah unggahan tersebut dipublikasikan, Panji baru mengetahui bahwa masih ada persoalan yang belum selesai antara Agam dan sejumlah relawan di Rinjani.
Ia juga mengakui kesalahan karena menyematkan istilah ‘Pawang Gunung Rinjani’ dalam unggahannya.

"Khususnya untuk masalah caption-ku terkait Pawang Gunung Rinjani, itu memang salah," ujarnya menambahkan.
Alasan dan Kronologi Agam Rinjani Ditolak Datang ke Gunung Rinjani
Ketua Forum Wisata Lingkar Rinjani, Royal Sembahulun, mengatakan penolakan terhadap rencana kedatangan Agam bukan hanya soal pembuatan konten.
Menurut Royal, masih ada persoalan yang belum terselesaikan terkait donasi yang dihimpun saat proses penyelamatan Juliana Marins pada 2025.
Ia menyebut dana tersebut semestinya digunakan untuk mendukung kebutuhan operasi penyelamatan, termasuk membantu relawan, porter, serta biaya peralatan yang digunakan selama evakuasi.
"Ada banyak janji dan utang yang belum diselesaikan, terutama yang berkaitan dengan donasi Juliana. Jangan sampai kedatangannya ke Rinjani justru menjadi ajang pencitraan di tengah masalah yang belum tuntas," kata Royal, seperti dikutip dari TribunJakarta pada Sabtu (27/6/2026).
Selain persoalan donasi, Forum Wisata Lingkar Rinjani juga menolak penyematan julukan ‘Pawang Rinjani’ kepada Agam.
Menurut tokoh adat Sembalun, Mertawi, gelar tersebut merupakan bagian dari tradisi masyarakat adat dan tidak bisa disematkan secara sembarangan tanpa melalui musyawarah komunitas adat di lingkar Gunung Rinjani.
"Menurut tradisi kita, khususnya yang tinggal di lingkar Rinjani, tidak semudah itu untuk menyebut diri sebagai Pawang Rinjani," ujar Mertawi.