Setelah 50 Tahun, NASA Targetkan Kembali Mendarat di Bulan pada Misi Artemis IV
Joko Widiyarso July 02, 2026 02:03 PM

TRIBUNJOGJA.COM - Lebih dari setengah abad telah berlalu sejak manusia terakhir kali menginjakkan kaki di Bulan.

Momen bersejarah itu terjadi pada Desember 1972 melalui misi Apollo 17.

Sejak saat itu, belum ada satu pun manusia yang kembali menapakkan kaki di permukaan satelit alami Bumi tersebut.

Kini, penantian panjang itu mulai mendekati akhir.

NASA menargetkan misi Artemis IV pada awal 2028 sebagai salah satu langkah besar untuk membawa manusia kembali menjelajahi permukaan Bulan.

Program Artemis Dimulai Sejak 2022

Artemis IV bukanlah misi pertama dalam program Artemis.

NASA memulai program ini pada 2022 melalui Artemis I, yaitu misi tanpa awak yang menguji pesawat antariksa Orion mengelilingi Bulan sebelum kembali ke Bumi.

Tahap berikutnya adalah Artemis II yang sukses dilaksanakan pada April 2026.

Dalam misi tersebut, empat astronaut berhasil mengelilingi Bulan tanpa melakukan pendaratan.

Misi ini menjadi uji coba penting sebelum manusia kembali menginjak permukaan Bulan.

Setelah itu pada misi Artemis III akan dijalankan uji coba teknis seperti penyambungan Orion dengan wahana pendarat komersial dari SpaceX dan Blue Origin. 

Misi ini hanya akan dilakukan di area orbit bumi dan ditargetkan akan meluncur pada pertengahan 2027.

Setahun setelahnya, Artemis IV akan melanjutkan eksplorasi dengan target yang lebih besar, yaitu membuka jalan bagi kehadiran manusia dalam jangka panjang di Bulan.

Bukan Sekadar Mengulang Misi Apollo

Sekilas, Artemis IV mungkin terdengar seperti mengulang pencapaian yang pernah dilakukan Neil Armstrong dan para astronaut dalam program Apollo pada era 1960 hingga 1970-an.

Namun, tujuan keduanya berbeda.

Jika misi Apollo berfokus membuktikan bahwa manusia mampu mendarat di Bulan, Artemis dirancang sebagai langkah awal membangun kehadiran manusia yang lebih berkelanjutan.

NASA bahkan menargetkan Bulan dapat dimanfaatkan sebagai lokasi penelitian sekaligus batu loncatan untuk misi berawak ke Mars pada masa depan.

Mendarat di Wilayah yang Belum Pernah Dijelajahi

Perbedaan lain terlihat dari lokasi pendaratannya.

Sebagian besar misi Apollo mendarat di wilayah dekat ekuator Bulan.

Sementara itu, Artemis IV akan menyasar kawasan Kutub Selatan Bulan, wilayah yang belum pernah dijelajahi manusia.

Lokasi ini dipilih karena para ilmuwan menduga terdapat cadangan es air di beberapa kawah yang selalu berada dalam bayangan.

Jika dugaan tersebut benar, es itu berpotensi dimanfaatkan sebagai sumber air minum, menghasilkan oksigen, hingga bahan bakar roket untuk mendukung eksplorasi luar angkasa pada masa depan.

Bagaimana Misi Artemis IV Berlangsung?

Dalam misi ini, empat astronaut akan diluncurkan menggunakan pesawat antariksa Orion di atas roket Space Launch System (SLS).

Setelah tiba di orbit Bulan, dua astronaut akan berpindah ke wahana pendarat untuk turun ke permukaan Bulan.

Sementara itu, dua astronaut lainnya tetap berada di Orion yang mengorbit Bulan hingga rekan mereka menyelesaikan misi di permukaan sebelum seluruh kru kembali ke Bumi.

Jadi Langkah Awal Era Baru Eksplorasi Bulan

Jika seluruh persiapan berjalan sesuai rencana, Artemis IV akan menjadi salah satu misi penting dalam upaya mengembalikan kehadiran manusia di Bulan setelah lebih dari lima dekade sejak Apollo 17.

NASA saat ini menargetkan peluncuran dilakukan pada awal 2028, meski jadwal tersebut masih dapat berubah mengikuti kesiapan teknologi dan wahana pendarat.

Artemis IV diharapkan menjadi awal dari era baru eksplorasi luar angkasa, di mana manusia tidak lagi sekadar berkunjung ke Bulan, tetapi mulai membangun fondasi untuk tinggal dan bekerja di sana dalam jangka panjang.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.