BATAM, TRIBUNBATAM.id - TNI Angkatan Laut kembali bersinergi dengan Bank Indonesia (BI) dalam pelaksanaan Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) 2026 di wilayah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).
Kegiatan ini menjadi wujud nyata kehadiran negara di pulau-pulau terluar, terdepan, dan terpencil (3T), sekaligus memastikan masyarakat mendapatkan akses terhadap uang rupiah yang layak edar.
Pelepasan tim ekspedisi berlangsung di Pelabuhan Bintang 99 Batuampar, Batam, Kamis (2/7/2026), menggunakan KRI Beladau-643 yang akan mengarungi sejumlah pulau di wilayah Kepulauan Riau.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Komandan Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) IV Laksamana Pertama TNI Ketut Budiantara, membacakan sambutan Asisten Operasi Kepala Staf Angkatan Laut (Asops Kasal) Laksamana Muda TNI Yayan Sofiyan.
Dalam sambutannya, Yayan menegaskan kehadiran negara di wilayah perbatasan tidak hanya diwujudkan melalui pengamanan wilayah, tetapi juga melalui beredarnya mata uang rupiah di seluruh pelosok Indonesia.
"Wilayah terluar, terdepan, dan terpencil di perbatasan negara menuntut kehadiran negara secara nyata guna menjaga dan menjamin konektivitas antarpulau," kata Yayan.
Ia menjelaskan, Bank Indonesia memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas nilai rupiah sekaligus menumbuhkan rasa cinta, bangga, dan paham rupiah kepada masyarakat.
"Bagi TNI Angkatan Laut, rupiah bukan sekadar alat transaksi ekonomi, melainkan simbol identitas bangsa dan manifestasi kedaulatan negara," katanya.
Ia melanjutkan, berkibarnya Merah Putih dan beredarnya rupiah di pulau-pulau terluar merupakan bukti nyata bahwa wilayah tersebut adalah bagian yang tidak terpisahkan dari Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Untuk mendukung pelaksanaan ekspedisi di Kepulauan Riau, TNI AL mengerahkan KRI Beladau-643, salah satu kapal operasi yang bertugas menjaga keamanan wilayah kerja Koarmada I, termasuk di perairan Kepulauan Riau.
Selama sepekan, mulai 2 hingga 8 Juli 2026, kapal tersebut akan menempuh pelayaran sejauh sekitar 1.135 nautical mile dengan rute Batam–Tarempa–Midai–Subi Besar–Tambelan–Singkep sebelum kembali ke Batam.
Dalam kesempatan itu, Yayan juga mengingatkan seluruh prajurit KRI Beladau agar menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab dan mengutamakan keselamatan pelayaran.
Yayan juga menyampaikan apresiasi kepada tim Bank Indonesia Kepri yang turut mengikuti ekspedisi.
"Selamat berlayar kepada tim ekspedisi Bank Indonesia. Jadikan kapal ini sebagai rumah kedua selama bertugas. Sinergi yang terjalin ini merupakan cerminan persatuan Indonesia," kata Yayan. (Tribunbatam.id/Pertanian Sitanggang)