SRIPOKU.COM, PALEMBANG – Wali Kota Palembang Ratu Dewa memastikan revitalisasi pelataran Benteng Kuto Besak (BKB) Palembang akan kembali dilanjutkan pada pekan depan.
Meski progres pembangunan memasuki tahap penyelesaian, kawasan bersejarah tersebut dipastikan belum dapat dibuka untuk umum pada Agustus 2026.
Ratu Dewa mengatakan, proyek revitalisasi pelataran Benteng Kuto Besak (BKB) kini hampir memasuki tahap penyelesaian pengadaan sebelum pekerjaan fisik kembali dilanjutkan.
"Kemarin sudah selesai struktur awal. Lanjut lagi di 2026 tinggal finishing-nya," kata Ratu Dewa kepada Sripoku.com, Kamis (2/7/2026).
Menurutnya, dalam proses revitalisasi pemerintah tetap menitikberatkan pada pelestarian nilai sejarah dan budaya yang melekat pada Benteng Kuto Besak sebagai salah satu ikon Kota Palembang.
"Saya mengharapkan ada tumbuh-tumbuhan di sana termasuk nilai historisnya juga. Jangan sampai menyampingkan nilai-nilai budaya dan sejarah Kota Palembang dari keberadaan BKB," ujarnya.
Ia menjelaskan pekerjaan fisik akan kembali dimulai pada pekan depan. Namun, proses penyelesaian diperkirakan belum rampung pada Agustus mendatang.
"Mungkin minggu depan mulai lanjut, dan mungkin Agustus belum bisa dibuka," katanya.
Terkait pemanfaatan kawasan depan BKB, Ratu Dewa menyebut area tersebut sudah mulai difungsikan. Namun, pemerintah masih akan melengkapi pusat informasi mengenai sejarah Benteng Kuto Besak dan Kota Palembang.
"Saya sudah meminta Dinas Kebudayaan dan Dinas Pariwisata melengkapi informasi di sisi kiri dan kanan pintu masuk BKB, baik berupa dokumentasi foto maupun informasi sejarah Kota Palembang," jelasnya.
Pemerintah Kota Palembang juga telah berkoordinasi dengan Pangdam II/Sriwijaya agar akses masyarakat ke kawasan Benteng Kuto Besak dapat dibuka lebih luas.
"Selama ini bertahun-tahun akses ke dalam tidak pernah dibuka. Walaupun nantinya akses ke bagian dalam tetap terbatas, masyarakat setidaknya bisa memperoleh informasi di bagian depan kawasan," ujarnya.
Selain itu, Ratu Dewa mengungkapkan adanya usulan dari Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru untuk membangun miniatur kediaman Sultan Mahmud Badaruddin II di kawasan BKB sebagai bagian dari penguatan nilai sejarah.
Sebelumnya, Ratu Dewa menjelaskan revitalisasi kawasan BKB dilaksanakan dalam dua tahap.
Tahap pertama difokuskan pada pekerjaan konstruksi, meliputi pembongkaran conblock lama, pagar, dan kolam, pengecoran plaza utama, pemasangan pagar besi, pembangunan jaringan utilitas, serta pemasangan railing di dermaga.
Sementara pada tahap kedua, pemerintah akan menyelesaikan pekerjaan finishing berupa pemasangan lantai, penataan pencahayaan, pembangunan street furniture, pembenahan taman dan ruang hijau, penataan panggung pertunjukan, hingga pembangunan air mancur atraktif.
Pemkot Palembang mengalokasikan anggaran tahap kedua revitalisasi pelataran BKB tahun 2026 dengan Nilai HPS sebesar Rp4,3 miliar.
Selain itu, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan juga memberikan dukungan anggaran belasan miliar rupiah untuk penataan terpadu kawasan Benteng Kuto Besak dan Bundaran Air Mancur.
Ratu Dewa berharap setelah seluruh proses revitalisasi selesai, Benteng Kuto Besak dapat menjadi destinasi wisata sejarah yang lebih representatif sekaligus ruang publik yang nyaman bagi masyarakat.