Dies Natalis ke-13 Unusa Perkuat Kolaborasi Industri demi Capaian SDGs
Cak Sur July 02, 2026 03:07 PM

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa), Jawa Timur (Jatim), mempertegas kontribusinya terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) melalui penguatan kolaborasi strategis dengan dunia industri. 

Langkah tersebut, menjadi fokus utama pada peringatan Dies Natalis ke-13 Unusa yang digelar di Kampus B, Jemursari, Surabaya, Kamis (2/7/2026).

Peningkatan Peringkat Dunia

Dalam acara yang dihadiri oleh Menteri Sosial RI ke-33 Tri Rismaharini, Rektor Unusa Prof. Dr. Ir. Tri Yogi Yuwono, DEA, IPU, ASEAN.Eng, menyampaikan bahwa transformasi Unusa sebagai perguruan tinggi terkemuka mulai membuahkan hasil nyata.

Salah satu capaian membanggakan adalah peningkatan posisi dalam Times Higher Education (THE) Impact Rankings.

Unusa berhasil naik ke kisaran peringkat 1.000 dunia, dengan pencapaian impresif pada indikator SDGs 3 (Good Health and Well-being).

Unusa kini menempati peringkat ke-86 dunia dan posisi ketiga di Indonesia, tepat di bawah Universitas Indonesia dan Universitas Airlangga.

"Ini merupakan capaian yang luar biasa. Namun, mempertahankan posisi tersebut tentu tidak mudah. Karena itu kami akan terus meningkatkan manfaat dan dampak yang diberikan kepada masyarakat," ujar Prof. Tri Yogi.

Strategi Triple Helix dan Inovasi

Untuk mempertahankan prestasi tersebut, Unusa menerapkan konsep triple helix yang menyinergikan peran perguruan tinggi, pemerintah, dan dunia industri.

Menurut Prof. Tri Yogi, model ini terbukti efektif dalam memicu inovasi seperti yang terlihat pada ekosistem ekonomi di California, Amerika Serikat.

Beberapa langkah strategis yang dilakukan Unusa meliputi:

  • Penguatan inovasi di sektor kesehatan dan infrastruktur air bersih.
  • Perluasan kerja sama internasional melalui program magang dan studi di Taiwan.
  • Pemanfaatan potensi riset kampus untuk kebutuhan daerah di Jawa Timur.

Pesan Tri Rismaharini

Tri Rismaharini memberikan apresiasi tinggi terhadap capaian SDGs Unusa yang dinilai objektif, karena mengukur impact dan outcome langsung bagi masyarakat.

Ia mendorong pihak kampus untuk terus menggandeng sektor swasta guna menunjang pendanaan riset.

"Dengan kerja sama industri, biaya riset bisa lebih ringan sehingga kampus dapat memberikan kontribusi yang lebih besar bagi masyarakat. Saya akan bantu membuka akses dengan berbagai pihak," tutur Risma dalam orasi ilmiahnya.

Dengan memperkuat sinergi lintas sektor, Unusa bertekad menjadi perguruan tinggi yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memberikan solusi berkelanjutan bagi persoalan masyarakat global.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.