TRIBUNNEWS.COM - Ruben Onsu menegaskan keinginannya agar kedua putrinya tahu ia masih bertanggung jawab memberikan nafkah Rp225 juta per bulan.
Hal itu menjadi salah satu keinginan yang disampaikan Ruben untuk nanti disampaikan dalam pertemuan dengan Sarwendah 11 Juli 2026 mendatang.
Disampaikan kuasa hukum Ruben Onsu, Minola sebayang, kliennya hanya ingin kedua putrinya tahu jika ia masih bertanggung jawab sebagai ayah.
"Nah, yang paling penting anak-anak paham nggak bahwa Ruben selama ini selalu memberikan biaya pendidikan, biaya nafkah anak-anak, bahkan biaya liburan anak-anak," ujar Minola, dikutip dari YouTube STARPRO Indonesia, Kamis (2/7/2026).
Menurutnya, jika Sarwendah menyampaikan itu pada kedua putrinya, tidak seharusnya sikap anak-anak canggung terhadap Ruben yang merupakan ayah kandung mereka.
"Karena kalau misalnya itu disampaikan, seharusnya anak-anak tidak bersikap canggung terhadap ayahnya meskipun sudah lama tidak bertemu," tegasnya.
"Jadi itulah nanti konteksnya kalau ada pertemuan tanggal 11 Juli," sambung Minola.
Baca juga: Ruben Onsu Tuntut Rincian Kartu Kredit Sarwendah, Masih Dibebani 50 Persen di Luar Nafkah Rp225 Juta
Untuk saat ini, pihaknya masih belum bisa menyimpulkan hasil apa saja yang akan mereka dapat lewat pertemuan tersebut.
"Kita kan enggak tahu juga pertemuan 11 Juli itu akan menghasilkan sebuah keputusan seperti apa," ungkapnya.
Minola menilik pada penyelesaian serupa di masa lalu yang juga akhirnya berujung buntu.
"Karena dulu juga sudah ada pembicaraan dan pertemuan yang seperti ini, pembahasan yang seperti ini untuk mengantisipasi akibat-akibat yang timbul dari adanya perceraian itu. Tapi kan juga tidak terealisasi," tukasnya.
Dirinya sendiri masih belum yakin apakah pertemuan 11 Juli itu akan membuahkan hasil.
"Jadi artinya, apa pun yang mau disampaikan tanggal 11 ini, apa pun yang disepakati tanggal 11 ini belum tentu juga akan terealisasi," pungkasnya.
Konflik antara Ruben dan Sarwendah bermula dari aksi sang presenter mogok memberikan nafkah sejak Desember 2025 lalu, karena merasa dipersulit bertemu anaknya.
Pihak Sarwendah justru melontarkan sindiran dengan nada ejekan, menyebut masih mampu mencari Rp200 juta sendiri hanya dalam waktu setengah jam.
Polemik antara keduanya tak terhindarkan, merembet sampai ke masalah aset pascaperceraian hingga hak asuh anak.
Keduanya pun memutuskan untuk saling bertemu pada 11 Juli 2026, mendatang.
Sebelumnya, di tengah ramainya konflik masalah anak, Ruben Onsu berencana merebut hak asuh anak dari Sarwendah.
Langkah itu diambil Ruben karena merasa kedua putrinya dalam kondisi tak aman di lingkungan Sarwendah.
Pada hari ini, Rabu (1/7/2026), Ruben Onsu resmi mengajukan gugatan hak asuh anak terhadap Sarwendah.
Hal ini dibenarkan oleh kuasa hukum Ruben, Minola Sebayang.
Minola Sebayang mengaku sudah mendapat perintah dari Ruben untuk mendaftarkan gugatan.
Gugatan tersebut akhirnya sudah diajukan pihaknya ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.
"Tadi kami berkomunikasi atas seizin klien kami Ruben Onsu tadi pagi itu sudah mendapatkan persetujuan dari gugatan yang sudah kami finalisasi, maka kami ingin menyampaikan update-nya kami sudah mendaftarkan gugatan hak asuh anak melalui Pengadilan Negeri Jakarta Selatan secara online," kata Minola, dikutip dari YouTube Reyben Entertainment.
Minola menyampaikan, pihaknya saat ini tengah menunggu verifikasi atas pendaftaran gugatan hak asuh anak untuk mendapatkan nomor perkara.
"Jadi tinggal menunggu verifikasi registrasinya untuk bisa mendapatkan nomor perkaranya," ujar Minola.
Menurut sepengetahuan Minola, proses verifikasi pendaftaran akan berlangsung satu sampai dua hari.
Baca juga: Betrand Peto Akui Bela Ruben Onsu, Harap Ayahnya Damai dengan Sarwendah
Nantinya jadwal persidangan juga tertera jika sudah mendapatkan nomor perkara.
"Biasanya prosesnya itu satu dua hari sudah akan muncul nomor perkara, dan tidak lebih dari empat atau lima hari jadwal persidangan biasanya sudah akan muncul di e-Court," beber Minola.
(Tribunnews.com/ Salma/ Ifan)