Sempat Hilang 4 Hari, ABK Ditemukan Tewas Mengapung 5 Meter dari Speedboat di Banyuwedang Bali
Putu Dewi Adi Damayanthi July 02, 2026 03:42 PM

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Sempat dilaporkan hilang sejak Senin 29 Juni 2026, jasad salah satu anak buah kapal (ABK) dari Kapal Turmalin 384310 berinisial RTK akhirnya berhasil ditemukan.

Jasad ABK berusia 17 tahun itu ditemukan di seputaran mangrove, lima meter dari speedboad yang terakhir dia bawa.

Jasad RTK ditemukan pada operasi SAR hari kedua, yakni Kamis 2 Juli 2026. Proses pencarian saat itu dimulai pukul 08.05 Wita.

Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Buleleng, Kadek Donny Indrawan, mengungkapkan saat pencarian, satu unit rubber boat berisi 5 personel bergerak menyisir area pencarian.

Baca juga: Kronologi Penemuan Mayat Membusuk di Hutan Sangyang Jatiluwih Tabanan Bali, Ditemukan Warga

Saat pencarian itulah, tim menerima informasi ada tubuh mengapung.

"Kami dapat informasi dari nelayan yang curiga ada sesosok tubuh mengapung di seputaran tumbuhan mangrove," ucapnya.

Informasi itu segera ditindaklanjuti dengan mendatangi titik kejadian. Benar saja terdapat sesosok jasad dengan ciri-ciri jenis kelamin laki-laki, menggunakan baju biru dan celana pendek biru dengan posisi terlentang.

"Lokasi penemuan berada 5 meter arah tenggara dari titik ditemukan speedboatnya. Selanjutnya jenazah dibawa ke darat untuk dikenali ciri-cirinya oleh pihak keluarga, kemudian dibawa ke RSUD Buleleng pukul 10.23 Wita," imbuhnya.

Dalam pengaruh minuman beralkohol, ia mengendarai speedboat menuju ke Pantai Pasir Putih Banyuwedang.

Hingga Selasa 30 Juni 2026 pagi, RTK tak kunjung kembali ke kapal. Walau demikian speedboat warna oranye yang dia pakai ditemukan warga sekitar terdampar di pesisir pantai.

Hilangnya RTK baru dilaporkan ke Pos Pencarian dan Pertolongan Buleleng pada Rabu 1 Juli 2026.

Proses pencarian juga melibatkan unsur TNI, Polri, BPBD Buleleng, Satpol PP, hingga pihak kecamatan.

Pencarian pertama dimulai sekitar pukul 07.50 Wita, menggunakan satu unit rubber boat dengan menyisir perairan sekitar lokasi korban diduga hilang.

Namun setelah sekitar tiga jam pencarian, tim SAR gabungan belum menemukan tanda-tanda keberadaan korban.

Pencarian kemudian dilanjutkan pada pukul 13.20 Wita.

Kali ini tim mengerahkan satu unit rubber boat yang diawaki enam personel serta satu unit sekoci kapal dengan empat personel untuk memperluas area penyisiran di laut.

Selain melakukan penyisiran di permukaan, tim SAR juga melakukan pencarian bawah air dengan metode snorkeling dan penyelaman.

Dua personel diterjunkan menyelam hingga kedalaman sekitar 10 meter dengan jarak pandang di bawah air yang hanya sekitar dua meter.

Sementara itu, tim pencarian darat menyisir sepanjang bibir Pantai Pasir Putih Banyuwedang. (mer)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.