TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Situbondo - Tim SAR gabungan melanjutkan pencarian terhadap Maman Wahyudi (30), warga Watu Ulo Bakungan, Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi, yang dilaporkan hilang setelah tenggelam di perairan Pantai Bama, kawasan Taman Nasional Baluran, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur.
Memasuki hari ketiga pencarian, Kamis (2/7/2026), sebanyak 30 personel SAR gabungan diterjunkan untuk menyisir lokasi kejadian dan area sekitarnya.
Komandan Tim Basarnas Banyuwangi, Wahyu Setyabudi, mengatakan operasi pencarian dimulai pukul 07.00 WIB dan berlangsung hingga batas maksimal pukul 17.00 WIB.
Menurut Wahyu, penyisiran difokuskan dari titik awal korban dilaporkan tenggelam dengan radius pencarian sekitar enam hingga delapan mil laut ke arah timur dan utara.
Baca juga: Mancing di Pantai Bama Situbondo, Warga Banyuwangi Hilang Terjatuh di Palung
"Batas pencarian tetap sesuai SOP sampai hari ke-7, dengan radius sampai 20 mil karena alut yang digunakan perahu karet Basarnas dan speed boat milik TN Baluran," ujarnya.
Dalam operasi hari ketiga, tim menggunakan dua armada untuk mempercepat proses pencarian.
"Yang satu speed boat milik TN Baluran dan satunya perahu karet Basarnas," katanya.
Selain Basarnas Banyuwangi, operasi pencarian juga melibatkan personel dari Taman Nasional Baluran, BPBD, Tagana, Dinas Pemadam Kebakaran, Pos TNI AL, dan Satpolairud Situbondo.
"Totalnya kurang lebih sebanyak 30 orang personel," jelas Wahyu.
Baca juga: Tak Pulang Dua Hari, Pemancing Ditemukan Tak Bernyawa di Pinggir Sungai
Wahyu mengungkapkan, kondisi air laut yang mulai surut sekitar pukul 14.00 WIB menjadi kendala utama dalam proses pencarian. Kondisi tersebut menyulitkan perahu untuk menjangkau titik lokasi korban diduga tenggelam.
"Jadi kita maksimalkan waktu pencarian sepagi mungkin, sekitar pukul 07.00 WIB dimulai menyesuaikan pasang surut air," katanya.
Korban diketahui tenggelam di sebuah palung laut dengan kedalaman sekitar lima hingga enam meter.
"Korban tenggelam memang tidak bisa berenang," ujarnya.
Baca juga: Maling Motor asal Probolinggo Ditangkap Polres Situbondo, Beraksi di 10 Lokasi
Berdasarkan hasil penyelidikan awal, saat kejadian korban memancing bersama dua rekannya. Namun posisi mereka berjauhan sekitar 10 meter.
Ketika air laut sedang surut, korban berjalan menuju lokasi memancing tanpa mengetahui adanya palung laut di area tersebut hingga akhirnya terperosok dan tenggelam.
"Jarak korban dengan temannya sekitar 10 meter. Saat itu air sedang surut sehingga korban berjalan ke lokasi dan tidak mengetahui ada palung hingga akhirnya terperosok," jelas Wahyu.
Pada hari kedua pencarian, tim SAR telah menyisir area hingga radius sekitar empat mil laut dari lokasi kejadian. Operasi dilakukan dalam dua sortie, yakni pagi hingga pukul 12.00 WIB dan dilanjutkan kembali mulai pukul 13.00 WIB. Namun hingga kini korban masih belum ditemukan.
"Pencarian dibagi dua pergerakan, pagi sampai jam 12.00 WIB, sedangkan sortie kedua dimulai pukul 13.00 WIB," bebernya.
Wahyu juga mengimbau nelayan yang menemukan tanda-tanda keberadaan korban agar segera melapor ke Posko SAR di Pantai Bama.
Selain itu, wisatawan diminta mematuhi seluruh aturan keselamatan selama berada di kawasan Pantai Bama, terutama larangan berenang maupun memancing di lokasi yang berisiko.
"Kami juga menghimbau para wisatawan di sekitar Pantai Bama agar mematuhi aturan yang ada di lokasi tersebut, terutama dilarang mandi atau memancing," tambahnya.
Maman Wahyudi, warga Kecamatan Glagah, Banyuwangi, dilaporkan tenggelam saat memancing di perairan Pantai Bama, Desa Sumberwaru, Kecamatan Banyuputih, Situbondo. Hingga hari ketiga operasi SAR, korban masih dalam pencarian.