Pemkab Kediri Percepat Persiapan Bandara Dhoho untuk Layanan Jemaah Haji
Titis Jati Permata July 02, 2026 04:50 PM

 

SURYA.co.id, KEDIRI – Harapan masyarakat di kawasan Mataraman untuk berangkat haji dari wilayah yang lebih dekat mulai menemukan titik terang. 

Pemerintah Kabupaten Kediri kini mempercepat berbagai persiapan agar Bandara Internasional Dhoho dapat ditetapkan sebagai embarkasi haji baru di Jawa Timur dan mulai melayani keberangkatan jemaah pada musim haji 2027.

Jika terealisasi, Bandara Dhoho akan melayani calon jemaah haji dari sekitar 10 hingga 12 kabupaten/kota di kawasan Mataraman. 

Kehadiran embarkasi baru ini diharapkan memangkas jarak tempuh, meningkatkan kenyamanan calon jemaah, sekaligus memperkuat peran Bandara Dhoho sebagai infrastruktur strategis di Jawa Timur.

Rapat Koordinasi di Surabaya

Komitmen tersebut ditegaskan Pemerintah Kabupaten Kediri melalui Wakil Bupati Dewi Mariya Ulfa saat menghadiri rapat koordinasi yang dipimpin Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia Mochamad Irfan Yusuf di Asrama Haji Sukolilo Surabaya, Rabu (1/7/2026).

Dalam rapat itu dibahas berbagai aspek kesiapan embarkasi haji, mulai dari infrastruktur bandara, aksesibilitas, kebutuhan sumber daya manusia, skema operasional penerbangan, hingga mitigasi risiko.

Baca juga: Kepulangan Jemaah Haji Kediri Diwarnai Kerinduan pada Kuliner Khas Kampung Halaman

 

Bandara Dhoho menjadi salah satu calon embarkasi yang dinilai potensial untuk melayani jemaah haji dari wilayah Mataraman. 

Karena itu, Pemerintah Kabupaten Kediri terus mempercepat pembangunan berbagai fasilitas pendukung.

Peningkatan Akses Menuju Bandara Dhoho

Wakil Bupati Kediri Dewi Mariya Ulfa mengatakan salah satu fokus utama adalah peningkatan akses menuju Bandara Dhoho melalui jaringan jalan nasional, jalan provinsi, jalan kabupaten hingga jalan tol.

"Dalam jangka panjang, Pemerintah Kabupaten Kediri bahkan menyiapkan lahan seluas 65 hektare yang berada sekitar satu kilometer dari Bandara Dhoho untuk mendukung pengembangan fasilitas pelayanan haji," katanya.

Selain memperkuat konektivitas, pemerintah juga mulai menyiapkan layanan kesehatan di sekitar kawasan bandara guna menunjang kebutuhan calon jemaah sebelum keberangkatan.

Dari sisi akomodasi, Kabupaten dan Kota Kediri saat ini memiliki sekitar 10 hotel dengan total kapasitas 748 kamar yang disiapkan untuk mendukung pelayanan jemaah apabila Bandara Dhoho resmi menjadi embarkasi haji.

Berbagai fasilitas tersebut dinilai menjadi modal penting dalam mewujudkan embarkasi haji baru yang mampu memberikan layanan lebih efektif bagi masyarakat di wilayah Mataraman.

Kesiapan Seluruh Sistem Pendukung

Sementara itu, Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia Mochamad Irfan Yusuf menegaskan, penetapan embarkasi haji baru tidak hanya ditentukan keberadaan bandara, tetapi juga kesiapan seluruh sistem pendukung.

"Kesiapan sarana prasarana, SDM, regulasi, hingga simulasi operasional menjadi hal penting sebelum embarkasi baru mulai dioperasikan," ungkapnya.

Dengan berbagai persiapan yang terus dipercepat, Pemerintah Kabupaten Kediri berharap Bandara Dhoho dapat mulai beroperasi sebagai embarkasi haji pada 2027. Selain mendekatkan layanan bagi calon jemaah dari kawasan Mataraman, keberadaan embarkasi baru juga diharapkan memperkuat fungsi Bandara Dhoho sebagai pusat konektivitas dan pelayanan publik di Jawa Timur.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.