Spanyol vs Austria: Yamal Cs Diunggulkan, tapi La Roja Masih Dihantui Kutukan Fase Gugur Piala Dunia
Dwi Setiawan July 02, 2026 04:07 PM

TRIBUNNEWS.COM - Timnas Spanyol akan menghadapi Austria pada babak 32 besar Piala Dunia 2026 di Los Angeles Stadium, Jumat (3/7/2026) pukul 02.00 WIB.

Di atas kertas, Spanyol menjadi favorit kuat untuk melaju ke babak 16 besar. Namun, laga ini juga menyimpan misi yang jauh lebih besar daripada sekadar lolos bagi La Roja.

Spanyol datang dengan tekad mengakhiri kutukan mereka di fase gugur Piala Dunia. Sejak mengalahkan Belanda pada final Piala Dunia 2010, La Roja belum pernah lagi memenangi satu pertandingan fase knockout.

Pengamat dari Spieltag Indonesia, Adrian, sebelumnya menilai Spanyol tetap layak masuk daftar kandidat juara.

"Spanyol dianggap sebagai salah satu tim kandidat kuat untuk bersaing memperebutkan gelar juara di edisi kali ini," ujar Adrian dalam podcast Super Taktik Tribunnews di Karanganyar, Jawa Tengah.

Ia menilai kekuatan terbesar Spanyol saat ini berada pada regenerasi pemain mudanya.

"Spanyol memiliki generasi emas baru dengan pemain-pemain muda berbakat seperti Lamine Yamal dan Nico Williams yang menjadi motor serangan tim," kata dia.

Namun komentar tersebut tampaknya belum cukup sejalan dengan penampilan La Roja sepanjang fase grup. 

Baca juga: Portugal vs Kroasia: Cocokologi Euro 2016, Jalan Juara Ronaldo Cs Terulang di Piala Dunia 2026?

Meski berhasil menjadi juara Grup H, permainan mereka belum benar-benar menunjukkan dominasi layaknya saat menjuarai Euro 2024.

Spanyol mengakhiri fase grup sebagai pemuncak Grup H dengan dua kemenangan dan dua hasil imbang.

Pasukan Luis de la Fuente mengawali turnamen dengan hasil imbang tanpa gol melawan debutan Tanjung Verde sebelum bangkit menghajar Arab Saudi 4-0. Mereka kemudian memastikan posisi juara grup usai mengalahkan Uruguay 1-0.

Total lima gol dari tiga pertandingan memang cukup membawa Spanyol lolos sebagai juara grup.

Namun produktivitas tersebut dinilai belum mencerminkan kualitas skuad yang dihuni sederet pemain kelas dunia seperti Lamine Yamal, Nico Williams, Pedri, Rodri, hingga Alex Baena.

Bahkan hasil imbang melawan Tanjung Verde menjadi salah satu kejutan terbesar pada fase grup.

PAWAI BOLA - Sejumlah pemuda fans timnas Spanyol saat ditemui TribunAmbon.com di SPBU Pohon Pule usai pawai membawa bendera seukuran 5 meter mengelilingi pusat Kota Ambon, Selasa (16/6/2026).
PAWAI BOLA - Sejumlah pemuda fans timnas Spanyol saat ditemui TribunAmbon.com di SPBU Pohon Pule usai pawai membawa bendera seukuran 5 meter mengelilingi pusat Kota Ambon, Selasa (16/6/2026) (Tribunnews.com/TribunAmbon.com/Jenderal Louis MR)

Kutukan yang Menghantui La Roja

Laga melawan Austria menjadi kesempatan emas bagi Spanyol untuk memutus rekor buruk yang telah berlangsung selama 16 tahun.

Terakhir kali La Roja memenangi pertandingan fase gugur Piala Dunia adalah ketika Andres Iniesta mencetak gol kemenangan atas Belanda pada final Piala Dunia 2010.

Setelah menjadi juara dunia, perjalanan Spanyol di fase gugur selalu berakhir mengecewakan.

Pada 2014 mereka bahkan gagal lolos dari fase grup. Lalu di Piala Dunia 2018, Spanyol disingkirkan Rusia melalui adu penalti pada babak 16 besar.

Empat tahun berselang, nasib serupa kembali terjadi ketika mereka takluk dari Maroko lewat drama adu penalti pada babak yang sama.

Artinya, Spanyol belum pernah memenangi satu pun laga fase gugur Piala Dunia sejak mengangkat trofi di Afrika Selatan.

Jika kembali gagal melawan Austria, La Roja akan mencatat tiga kegagalan beruntun di fase knockout, sesuatu yang belum pernah mereka alami sebelumnya.

Baca juga: Amerika Susul Kanada dan Meksiko, Rekor Sempurna Tuan Rumah Piala Dunia 2026 Tercipta

Di atas kertas, Austria memang bukan favorit. Namun perjalanan mereka menuju fase gugur menunjukkan mental pantang menyerah.

Austria membuka turnamen dengan kemenangan 3-1 atas Yordania, kemudian kalah 0-2 dari Argentina sebelum memastikan tiket ke babak gugur berkat hasil imbang dramatis 3-3 melawan Aljazair melalui gol penyeimbang Sasa Kalajdzic pada menit-menit akhir.

Lebih dari itu, Austria mendapat suntikan kepercayaan diri setelah Piala Dunia 2026 dipenuhi kejutan.

Jerman sudah tersingkir oleh Paraguay, sedangkan Belanda disingkirkan Maroko melalui adu penalti.

Dua hasil tersebut menjadi bukti bahwa tim unggulan tidak lagi kebal dari kejutan.

Rekor Pertemuan Memihak Spanyol

Secara statistik, Spanyol memiliki catatan yang jauh lebih baik, terutama saat bertemu Austria.

La Roja tidak terkalahkan dalam lima pertemuan terakhir melawan Austria dengan rincian empat kemenangan dan satu hasil imbang.

Bahkan dua pertemuan terakhir dimenangkan Spanyol dengan selisih empat gol.

Pertemuan terakhir kedua negara terjadi pada 2009 ketika Spanyol menang telak 5-1 di Wina.

Meski demikian, Austria pernah mengalahkan Spanyol pada Piala Dunia 1978 dengan skor 2-1.

Berdasarkan simulasi Opta Supercomputer, Spanyol memiliki peluang kemenangan sebesar 70,6 persen dalam waktu normal.

Sementara peluang Austria hanya berada di angka 12,2 persen, sedangkan kemungkinan pertandingan berakhir imbang mencapai 17,3 persen.

Jika dihitung hingga peluang lolos ke babak 16 besar, Spanyol memiliki probabilitas mencapai 79,5 persen, jauh di atas Austria yang hanya 20,5 persen.

Meski angka tersebut sangat memihak La Roja, hasil-hasil mengejutkan sepanjang Piala Dunia 2026 menjadi pengingat bahwa statistik bukanlah jaminan kemenangan.

Kini, tantangan terbesar Spanyol bukan hanya mengalahkan Austria, tetapi juga memutus kutukan fase gugur yang terus membayangi mereka sejak menjuarai Piala Dunia 2010.

(Tribunnews.com/Tio)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.