Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Yuan Lulan
POS-KUPANG.COM, KUPANG – Perum Bulog Kantor Wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) sukses menuntaskan penyaluran Bantuan Pangan (Banpang) alokasi Februari hingga Maret 2026 dengan capaian 100 persen tepat waktu.
Seluruh komoditas bantuan kini telah diterima oleh masyarakat penerima manfaat yang tersebar di berbagai wilayah NTT.
Pemimpin Bulog Wilayah NTT, Arrahim Kanam, mengatakan total komoditas yang berhasil disalurkan dalam program Banpang tersebut mencapai 16.752.240 kilogram beras dan 3.350.448 liter minyak goreng.
Bantuan pangan tersebut disalurkan secara serentak kepada 837.612 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang tersebar di 22 kabupaten/kota di seluruh Provinsi NTT.
Menurut Arrahim, proses distribusi berlangsung selama tiga bulan, yakni sejak April hingga Juni 2026.
Ia mengakui penyaluran bantuan di wilayah NTT memiliki tantangan tersendiri, terutama karena kondisi geografis daerah yang didominasi wilayah kepulauan serta akses distribusi yang tidak selalu mudah.
Selain itu, faktor cuaca juga menjadi salah satu hambatan yang dihadapi selama proses penyaluran bantuan.
Baca juga: Bulog NTT Salurkan 11.344 Ton Beras SPHP Untuk Jaga Stabilitas Harga di Pasaran
“Dalam perjalanannya, kami menemui beberapa hambatan logistik dan cuaca di lapangan. Namun, alhamdulillah, berkat kerja keras tim dan kolaborasi yang baik dengan pemerintah daerah serta para mitra, semua kendala tersebut bisa diselesaikan dengan baik,” ujar Arrahim, (2/7/2026)
Ia menegaskan seluruh proses distribusi akhirnya dapat diselesaikan sesuai target yang telah ditetapkan.
“Tepat pada tanggal 30 Juni 2026, seluruh penyaluran telah rampung 100 persen sesuai target,” tegasnya.
Rampungnya penyaluran Banpang ini diharapkan dapat menjaga stabilitas pasokan pangan serta membantu menekan potensi lonjakan harga komoditas pokok di tingkat konsumen, terutama di wilayah kepulauan seperti NTT.
Perum Bulog NTT juga menegaskan komitmennya untuk terus mengawal program-program pemerintah selanjutnya dengan pelayanan terbaik demi memastikan ketahanan pangan nasional tetap kokoh dan merata hingga ke seluruh daerah. (uan)