Tribunlampung.co.id, Pesawaran - Ancaman malaria masih menjadi perhatian warga yang tinggal di kawasan pesisir Kabupaten Pesawaran.
Baca juga: Mawar Riyadi Berulang Kali Kena Malaria, Sudah Hafal Gejalanya
Salah satunya dirasakan Bedu, warga Desa Sidodadi, Kecamatan Teluk Pandan, yang mengaku pernah terjangkit malaria saat beraktivitas sebagai nelayan.
Peristiwa itu terjadi beberapa tahun lalu.
Saat terserang penyakit malaria, ia menjalani pengobatan di Puskesmas Hanura hingga kondisinya berangsur pulih.
“Saya pernah kena malaria. Badannya panas-dingin dan lemas sampai beberapa hari. Berobat di Puskesmas Hanura sampai sembuh,” kata Bedu kepada Tribun Lampung, Kamis (2/7/2026).
Meski telah sembuh, ia menyadari bahwa seseorang tetap berisiko kembali terinfeksi apabila tergigit nyamuk pembawa malaria.
Sebagai nelayan, Bedu menghabiskan sebagian besar waktunya untuk bekerja di laut, termasuk pada malam hari ketika risiko terpapar gigitan nyamuk lebih tinggi.
Meski demikian, aktivitas tersebut tetap dijalani karena menjadi mata pencariannya sehari-hari.
Ia mengungkapkan, sejumlah warga di lingkungan tempat tinggalnya juga pernah terserang malaria, meski tidak dalam waktu bersamaan.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa penyakit malaria masih menjadi ancaman bagi masyarakat di wilayah pesisir Teluk Pandan.
Di tengah ancaman penyakit tersebut, Bedu menyebut aktivitas nelayan di wilayahnya masih berjalan normal.
“Kami tetap melaut karena itu mata pencarian. Yang penting sekarang lebih waspada terhadap gigitan nyamuk,” ujarnya.
Ia pun mengatakan kondisi hasil tangkapan ikan saat ini relatif normal sehingga para nelayan tetap melaut seperti biasa.
(Tribunlampung.co.id/Oky Indrajaya)