TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Wisatawan dari luar daerah mulai berdatangan ke Yogyakarta pada momentum liburan sekolah, pada Kamis (2/6/2026).
Pantauan Tribun Jogja di Stasiun Tugu Yogyakarta, wisatawan yang didominasi ibu-ibu dan remaja mulai memadati pintu kedatangan KRL.
Para orang tua terlihat membawa serta anak-anaknya untuk berlibur di Yogyakarta.
Salah seorang wisatawan bernama Nana, mengatakan dia datang dari Sragen, Jawa Tengah untuk berlibur bersama keluarga ke Yogyakarta.
Nana menggunakan KRL karena harga tiket yang terjangkau dan mudah diakses.
“Saya naik dari Palur, pengen ke Jogja aja sama teman-teman naik KRL pagi terus keliling Jogja lalu sore pulang gitu,” katanya, saat ditemui Kamis pagi.
Hal yang sama juga dilakukan Barkah Andi yang membawa kedua anaknya naik KRL dari Solo untuk berlibur ke Yogyakarta.
“Kebetulan dari Solo, mau liburan aja ke Jogja kan dekat, jadi naik KRL aja sih biar praktis, tapi ternyata penuh,” ungkap Barkah.
Barkah mengajak anaknya berlibur ke Yogyakarta lantaran lebih dekat dan dari sisi ekonomi lebih terjangkau.
“Karena bisa langsung pulang, sore atau malamnya,” ungkapnya.
Pada momen libur sekolah mulai 20 Juni sampai 30 Juni tercatat 359 ribu penumpang menggunakan moda transportasi KRL Solo-Jogja.
Jumlah penumpang tersebut naik sekitar 30 persen dari hari biasa.
Tiga stasiun yang dipadati wisatawan di antaranya Stasiun Tugu, Lempuyangan, dan Palur.
"Jogja ini pernah mencapai sekitar 10 ribu penumpang meskipun rata-ratanya hanya sekitar 7 ribu, tapi kepadatan di Jogja cukup banyak,” kata Direktur Utama KAI Commuter, Purnomo Sidi.
Purnomo menyampaikan saat ini pihaknya sedang mempersiapkan operasional tambahan untuk sampai 5 Juli 2026.
“Jadi kita operasikan sebanyak 34 commuter line kita yang ke arah Palur, serta yang ke Kutoharjo tetap ya mohon maaf ini masih tetap 10 perjalanan karena kita terkendala dengan armada yang ada," tutupnya. (hda)