Panas Ditampar Veda saat Kualifikasi, Pembalap KTM Masih Merasa Sial di GP Belanda walau Salip 15 Rival
Agung Kurniawan July 02, 2026 04:33 PM

MOTO3.TECH3RACING.FR
Empat pembalap bersaing memperebutkan podium ketiga dalam balapan Moto3 Thailand 2026; Valentin Perrone (Red Bull KTM Tech3), Alvaro Carpe (Red Bull KTM Ajo), Veda Ega Pratama (Honda Team Asia), dan Adrian Fernandez (Leopard Racing).

BOLASPORT.COM - Valentin Perrone menyesali geliat yang sudah dia tunjukkan walau berhasil melejit saat turun pada sesi balapan Moto3 Belanda 2026.

Peningkatan secara signifikan berhasil didapatkan oleh Perrone ketika menjalani Moto3 Belanda 2026 di Sirkuit Assen pada akhir pekan kemarin.

Andalan Red Bull KTM Tech3 tersebut melewati total 15 lawan untuk membuatnya finis di posisi keempat usai start dari tempat ke-19.

Walau nyaris bisa merebut podium pada GP Belanda, Perrone tidak sepenuhnya puas atas apa yang dia tunjukkan sepanjang rangkaian sesi seri tersebut.

Di mata rider asal Argentina itu, balapan ke-10 dalam kalender Moto3 2026 ini adalah balapan yang sulit baginya karena harus berjuang lebih keras.

Kegagalan Perrone dalam mencatatkan lap time yang mumpuni saat practice membuatnya harus merangkak dari babak kualifikasi 1 atau Q1.

Perrone tak bisa mempertajam catatan waktunya pada masa akhir practice karena adanya bendera kuning usai seorang pembalap mengalami crash.

Nasib rekan setim Rico Salmela tersebut sama seperti pembalap Indonesia Veda Ega Pratama yang juga harus melewati Q1 terlebih dulu.

Pada sesi Q1, Perrone tak bisa menembus posisi 4 sebagai batas minimal untuk mengamankan tiket ke Q2 dengan gap tipis.

Dalam sesi tersebut, Perrone harus mengakui kecepatan Casey O'Gorman (SIC Squadra Corse), Scott Ogden (CIP), Veda Ega Pratama (Honda Team Asia), dan Mateo Bertelle (Level UP).

Ya, Perrone juga kalah cepat dari Veda di mana rider asal Gunungkidul, Yogyakarta itu akhirnya bisa mengamankan start dari posisi ke-7.

Dari apa yang telah terjadi, Perrone merasa seperti kena sial pada GP Belanda tatkala upayanya selalu mengalami kebuntuan dan berakhir kurang manis.

"Ini adalah akhir pekan yang sulit di Assen dengan sedikit kesialan, teruama pada sesi practice di mana bendera kuning membuat kami gagal lolos Q2," kata Perrone.

"Bahkan pada Q1, kami nyaris dan hanya dipisahkan dengan margin kecil," imbuhnya, dilansir dari laman KTM Tech3.

Meski start dari posisi ke-19, Perrone merasa dirinya punya ritme yang kompetitif untuk bisa memperbaiki posisinya perlahan-lahan.

Rasa kecewanya sedikit terobati dengan hasil finis di posisi ke-4 dengan banyak menyalip lawan, selain itu dari segi teknis dia juga cukup puas.

"Start dari posisi ke-19, saya tahu kami memiliki ritme dan di balapan saya memacu dengan kencang sejak awal balapan," ucap Perrone.

"Menorehkan banyak manuver dan saya juga benar-benar menikmati persaingan."

"Sensasi dengan motornya kembali kuat, seperti pada awal musim di mana ini menjadi hal positif."

"Pada akhirnya sebuah kesalahan kecil menjadi bayaran bagi kami untuk bisa bersaing dengan podium, tapi performa kami bisa menggapainya," imbuhnya.

Dengan keyakinan yang sudah tercipta, Perrone bertekad untuk bangkit pada seri berikutnya pada Moto3 Jerman 2026 di Sachsenring 10-12 Juli mendatang.

"Kami bisa tampil kompetitif, terima kasih untuk tim ini karena telah bekerja keras," ucap Perrone.

"Sekarang kami fokus untuk melanjutkan momentum ini di seri berikutnya," imbuhnya.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.