TRIBUNNEWSDEPOK.COM, JAKARTA – Babak baru perseteruan antara Ruben Onsu dan mantan istrinya, Sarwendah, kembali mencuat ke publik.
Presenter kondang berusia 42 tahun ini resmi mendaftarkan gugatan hak asuh anak ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Selasa (30/6/2026).
Langkah hukum ini diambil Ruben setelah ia merasa akses untuk bertemu anak-anaknya kian dipersulit, padahal kesepakatan mengenai pengasuhan telah diatur sebelumnya.
Baca juga: Bawa Bukti Tandingan, Sarwendah Bongkar Urusan Nafkah dari Awal Nikah dengan Ruben Onsu di KPAI
Merasa Dipersulit Bertemu Anak
Kuasa hukum Ruben, Minola Sebayang, mengungkapkan bahwa gugatan dengan nomor perkara 756/Pdt.G/2026/PN_JKS telah diterima oleh pihak pengadilan. Sidang perdana rencananya akan digelar pada 15 Juli 2026 mendatang.
Minola menjelaskan bahwa alasan utama Ruben menggugat adalah karena selama beberapa bulan terakhir, kliennya merasa tidak lagi dilibatkan dalam kehidupan anak-anaknya.
"Kalau misalnya kami lihat dari situasi dan perkembangan yang terjadi belakangan ini, apa pun yang menjadi kehebohan, apa pun yang menjadi keramaian di ruang publik, itu kan tidak juga membuat Ruben bisa berkumpul bersama-sama dengan anaknya," jelas Minola dalam wawancara virtual, Rabu (1/7/2026).
"Sementara yang diinginkan oleh Ruben itu adalah dia bisa berkumpul bersama-sama dengan anaknya, dan kemudian dia dilibatkan dalam segala hal yang berkaitan dengan masalah anak-anaknya. Tapi hal itu kan tidak terealisasi," tambahnya.
Pelanggaran Kesepakatan
Bukan hanya soal waktu bertemu, Ruben juga menyinggung adanya dugaan pelanggaran kesepakatan dalam akta notaris Nomor 39 yang dibuat pada Juni 2024 lalu.
Dalam akta tersebut, disepakati bahwa Ruben memiliki hak untuk bertemu anak selama 2 hingga 3 hari dalam satu minggu.
"Nah poin soal waktu bertemu anak ini tidak direalisasikan," ungkap Minola.
Tak hanya itu, Ruben pun mulai mempertanyakan transparansi biaya kebutuhan anak. Meski rutin memberikan nafkah bulanan yang nilainya mencapai ratusan juta rupiah, Ruben mengaku masih dibebani dengan tagihan kartu kredit.
"Di luar biaya rutin yang kemarin kita tahu ada Rp200 juta lebih itu, ada juga pembayaran-pembayaran kartu kredit yang katanya dibagi dua, dengan alasan demi kepentingan anak," tutur Minola.
"Bukankah biaya Rp200 juta lebih itu sebenarnya harusnya sudah meng-cover segala kepentingan dan kebutuhan anak? Karena kalau anak mau liburan atau nonton konser Blackpink kemarin, yang mencari tiketnya adalah Ruben, dan yang membayar juga Ruben. Jadi tagihan kartu kredit ini untuk apa? Hal itu tidak pernah diberikan rinciannya," jelasnya.
Selain masalah keuangan, Ruben juga mengkhawatirkan adanya dugaan eksploitasi anak serta lingkungan yang ia nilai tidak aman bagi pertumbuhan anak-anaknya.
Peluang Mediasi Sebelum Sidang
Meski gugatan telah dilayangkan, pihak Sarwendah dikabarkan telah mengajak Ruben untuk bertemu dalam upaya mediasi pada 11 Juli 2026 mendatang.
Minola menyebut bahwa kliennya masih membuka pintu damai jika mediasi tersebut memberikan solusi yang konkret.
"Jika hasil pertemuan 11 Juli tersebut memberikan titik terang dan sesuai dengan apa yang Ruben harapkan, tidak ada halangan juga bagi kami untuk mencabut gugatan tersebut," pungkas Minola Sebayang.
Hingga saat ini, publik menanti kelanjutan nasib anak-anak dari pernikahan yang kandas pada September 2024 tersebut.