Jakarta (ANTARA) - Kementerian Sosial menyiagakan penuh seluruh personel Taruna Siaga Bencana (Tagana) untuk berkolaborasi dengan pemerintah daerah dalam mengatasi kekurangan ketersediaan air bersih akibat bencana kekeringan yang mulai melanda sejumlah wilayah periode musim kemarau tahun ini.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf yang ditemui di Jakarta, Kamis, mengatakan bahwa pengerahan sukarelawan penanggulangan bencana tersebut difokuskan pada daerah-daerah yang masuk dalam peta kerawanan tinggi kekurangan pasokan air.
"Kita siap membantu di daerah-daerah yang rawan kekurangan air bersih. Kami nanti akan kolaborasi dengan Pemerintah Daerah, membantu apa kebutuhan-kebutuhan di sana," kata dia.
Dia menjelaskan, Kemensos merampungkan pemetaan zonasi wilayah di Indonesia yang paling terdampak oleh fenomena hidrometeorologi kering pada tahun ini.
Adapun salah satu wilayah yang menjadi atensi khusus kementeriannya adalah Provinsi Jawa Timur dan sebagian besar daerah di Sumatera dan Nusa Tenggara yang dilaporkan menjadi salah satu kawasan dengan suhu udara paling panas dan paling rentan terdampak kekeringan.
Saifullah mencontohkan, wilayah seperti Kabupaten Bojonegoro di Jawa Timur menjadi salah satu titik yang secara historis rutin mendapatkan intervensi bantuan pengiriman air bersih dari Kemensos saat musim kemarau.
Melalui pemetaan komprehensif tersebut, personel Tagana di daerah akan diterjunkan secara taktis untuk memberikan dukungan logistik dan operasional langsung di titik-titik krisis tertentu yang membutuhkan suplai.
Kemensos mengkonfirmasi pemetaan zona intervensi pasokan air bersih tersebut juga merujuk laporan hasil analisis iklim Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Dalam hal ini, BMKG melaporkan sampai dengan akhir Mei 2026, perluasan wilayah kekeringan dimulai pada 200 zona musim (11,83 persen daratan).
Pergerakan zona kering tersebut mulai melonjak pada Juni dengan memasuki 198 zona musim baru atau setara 31,6 persen luas daratan, mencakup wilayah DKI Jakarta bagian selatan hingga sebagian besar Pulau Kalimantan.
Memasuki bulan Juli, pergerakan kemarau akan kembali merambah 66 zona musim lainnya yang di antaranya meliputi sebagian besar sumatera, termasuk Jambi bagian barat, sebagian besar Jawa, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan bagian timur, sebagian besar Sulawesi, hingga Maluku Utara.
"Ya, Tagana selalu siap. Kami membantu bersama pemda. Kita petakan dan kita akan berikan dukungan di titik-titik tertentu. Langkah respons cepat ini mengedepankan prinsip kemitraan erat bersama pemda agar penyaluran bantuan sarana air bersih dapat berjalan efektif, tepat sasaran, dan tidak tumpang tindih di lapangan," cetusnya.





