‘Saya pikir saya akan memenangkan Piala Dunia’ - Lamine Yamal tegaskan Prancis ‘tidak lebih baik’ dari Spanyol dan buat janji terakhirnya
Hendra Wijaya July 02, 2026 05:24 PM

Lamine Yamal mengirim pesan tegas kepada para pesaing Spanyol di Piala Dunia, menegaskan bahwa tim Didier Deschamps, Prancis, tidak lebih unggul dari La Roja. Bintang muda sensasional Barcelona itu tampil penuh percaya diri saat turnamen memasuki babak gugur, dengan berani memprediksi bahwa dirinya akan mengangkat trofi di Amerika Utara.

Yamal yakini Spanyol mampu menaklukkan dunia

Pemain muda Barcelona tersebut mematok target tertinggi, menepis anggapan bahwa negara lain memiliki kualitas lebih dari tim asuhan Luis de la Fuente. Meski Spanyol tampil kurang konsisten di fase grup, pemain berusia 18 tahun itu tetap yakin bahwa timnya memiliki kemampuan untuk melangkah hingga akhir dan meraih gelar juara dunia kedua mereka.

Les Bleus tak dianggap favorit turnamen

Prancis diprediksi banyak pihak akan mendominasi babak gugur setelah tampil sempurna di fase grup, namun Yamal tidak gentar menghadapi juara dunia 2018 tersebut. Ia menyinggung kemenangan Spanyol atas Les Bleus dalam perjalanan sukses mereka di Euro 2024 sebagai bukti bahwa tim Prancis tidak pantas dianggap lebih unggul dari rival Eropanya itu.

Menanggapi sorotan terhadap Kylian Mbappe dan rekan-rekannya, Yamal mengatakan kepada COPE’s Tiempo de Juego: “Tidak ada tim yang mustahil dikalahkan. Prancis tidak lebih baik dari kami; mereka belum pernah mengalahkan kami sejak Kejuaraan Eropa. Tidak ada yang menjadi favorit. Tidak ada yang berada di atas kami… Ketika turnamen dimulai, saya selalu berpikir akan menang. Itulah yang ada di pikiran saya sekarang. Saya pikir saya akan memenangkan Piala Dunia.”

Yamal buat janji untuk Piala Dunia

Meski bakatnya di lapangan kerap disebut luar biasa untuk usianya, Yamal menunjukkan pola pikir yang matang ketika membahas perasaannya terhadap turnamen ini. Ia mengungkapkan bahwa meskipun pernah menangis karena cedera dan untuk keluarganya, ia tidak akan larut dalam emosi bahkan jika Spanyol mencapai puncak sepak bola dunia.

Saat ditanya bagaimana reaksinya jika memenangkan final, pemain muda itu berjanji: “Saya tidak mudah tersentuh, saya tidak menangis. Saya menangis saat cedera, saat melihat ibu saya menangis. Jika saya memenangkan Piala Dunia, saya tidak akan menangis, itu mustahil.”

Menanggapi pertanyaan apakah ia akan merayakan kemenangan dengan cara lain, Yamal menambahkan: “Saya tidak bisa membuat tato karena saya seorang Muslim, tapi saya juga tidak akan menato siapa pun.”

Fokus pada babak gugur

Spanyol memang mendapat beberapa kritik atas penampilan mereka di Amerika Utara, namun Yamal menegaskan bahwa turnamen yang sesungguhnya baru dimulai sekarang. Ia menilai hasil jauh lebih penting daripada gaya bermain di tahap ini, namun tetap yakin bahwa performa tim akan meningkat seiring ketatnya persaingan di babak gugur.

“Orang-orang bilang kami bisa bermain lebih baik, tapi kami fokus untuk tetap tenang, menang dulu, baru meningkat,” ujar Yamal. “Kami bisa berkembang, kami jauh lebih baik daripada yang sudah ditunjukkan, tapi saya ingin menang. Kami harus bermain baik dan menang. Kami harus percaya. Fase grup sekarang tidak berarti apa-apa.”

La Roja akan berusaha menampilkan performa terbaiknya saat menghadapi Austria di babak 32 besar. Jika berhasil lolos, kemungkinan besar mereka akan bertemu Prancis di semifinal — sebuah laga yang akan menguji keberanian dan keyakinan Yamal secara nyata.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.