TRIBUNNEWSDEPOK.COM, BEKASI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi terus berinovasi untuk memangkas hambatan akses layanan kesehatan bagi masyarakat.
Melalui Dinas Kesehatan (Dinkes), kini hadir inovasi bernama 'Tombol Sirine', sebuah layanan jemput bola yang memungkinkan pasien darurat dijemput langsung dari rumah menuju rumah sakit.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi, dr. Arief Kurnia, menjelaskan bahwa aplikasi ini dirancang khusus untuk mempermudah masyarakat dalam kondisi mendesak.
Baca juga: Pemkab Bekasi Kejar Status UHC 2026, Daftar BPJS Bisa Langsung Aktif
Aplikasi tersebut sudah tersedia dan dapat diunduh melalui Playstore.
Cara Kerja "Tombol Sirine"
Mekanisme layanan ini tergolong sederhana. Warga hanya perlu mendaftarkan diri di aplikasi, dan jika terjadi situasi darurat, pengguna cukup menekan tombol berwarna merah.
Sinyal tersebut akan langsung terhubung ke kantor Public Safety Center (PSC) 119 milik Dinkes Kabupaten Bekasi.
"Inovasi jemput bola pasien sakit bisa kita, PSC 119 bisa dibantu untuk dijemput dan diantarkan di rumah skait. Ini ada inovasi tombol sirine, dengan menekan tombol itu akan terhubung ke kantor PSC 119 dan akan langsung menjemput ke lokasi," kata Arief saat ditemui di kantornya pada Kamis (2/7/2026).
Hingga saat ini, aplikasi tersebut telah diunduh oleh sekitar 1.300 pengguna dengan rata-rata pemanfaatan 20 hingga 30 kali per bulan.
Dinkes kini terus menggenjot sosialisasi agar masyarakat lebih familiar dengan sistem digital ini dibanding menghubungi petugas secara manual.
Program "DALANG": Dokter Datang ke Rumah
Selain aplikasi Tombol Sirine, Pemkab Bekasi juga memiliki program andalan yang disebut DALANG atau "Datangi Layani Sepenuh Hati". Program ini menyasar warga yang sakit namun tidak memungkinkan untuk datang ke Puskesmas.
"Inovasi-inovasi itu sebagai bentuk peningkatan jangkauan pelayanan kesehatan di masyarakat," ujar Arief.
Tak hanya itu, Pemkab Bekasi juga terus menjalankan berbagai program preventif nasional, seperti Cek Kesehatan Gratis (CKG) untuk deteksi dini bagi warga serta penanganan khusus pada penderita kusta, tuberkulosis, dan penguatan layanan di Posyandu untuk ibu hamil serta balita.
Dalam upaya pemerataan akses, Dinkes Kabupaten Bekasi bekerja sama dengan Dinas Cipta Karya terus melakukan pembangunan dan peningkatan kualitas Puskesmas.
Saat ini, terdapat 55 Puskesmas yang melayani masyarakat di berbagai kecamatan.
Mengingat jumlah penduduk Kabupaten Bekasi yang mencapai 3,2 juta jiwa, Pemkab menargetkan rasio satu Puskesmas untuk 30 ribu penduduk, sehingga total kebutuhan mencapai 100 Puskesmas.
"Kita baru 55, maka secara bertahap terkait fasilitas ini akan terus ditambah lagi jumlah Puskesmasnya. Disamping itu ada penambahan tenaga kesehatan seiring dengan nantinya ada penambahan Puskesmas baru," beber dia.
dr. Arief mengimbau seluruh warga Kabupaten Bekasi untuk proaktif memanfaatkan layanan kesehatan yang telah disediakan pemerintah, mulai dari pemeriksaan rutin di Puskesmas hingga pemanfaatan Posyandu demi deteksi dini kesehatan keluarga.