Amerika Serikat memastikan tempat mereka di babak 16 besar Piala Dunia FIFA 2026 setelah menang 2-0 atas Bosnia-Herzegovina, namun malam yang seharusnya menjadi momen bahagia berubah menjadi duka bagi penyerang Folarin Balogun, yang mencatatkan sejarah tak diinginkan di turnamen tersebut.
Balogun menjadi pemain keempat dalam sejarah yang mencetak gol sekaligus menerima kartu merah dalam pertandingan fase gugur Piala Dunia FIFA putra. Pemain berusia 24 tahun itu bergabung dengan daftar eksklusif yang berisi legenda Brasil Garrincha (semifinal 1962), Ronaldinho (perempat final 2002), dan ikon Prancis Zinedine Zidane, yang terkenal dikeluarkan dari lapangan di final tahun 2006.
Daftar kelam Piala Dunia:
Gol, selebrasi, dan kekecewaan
Balogun tampak akan menjadi pahlawan setelah membawa Amerika Serikat unggul tepat sebelum turun minum. Sebelumnya, satu golnya telah dianulir karena offside, namun ia kemudian dengan tenang menuntaskan umpan Malik Tillman yang memantul beruntung ke arahnya.
Sang penyerang merayakan gol tersebut dengan gaya selebrasi khas legenda NBA LeBron James, "Silencer", yang bahkan memancing reaksi dari James di media sosial.
Namun, pertandingan berubah drastis pada menit ke-64.
Balogun berduel dengan bek Bosnia Tarik Muharemovic untuk merebut bola dan secara tidak sengaja menginjak pergelangan kaki sang lawan. Wasit asal Brasil, Raphael Claus, awalnya membiarkan permainan berlanjut, tetapi setelah tinjauan VAR, keputusannya diubah menjadi kartu merah langsung.
Amerika Serikat geram atas kartu merah
Pengusiran tersebut membuat Balogun otomatis absen pada laga babak 16 besar melawan Belgia.
"Ini benar-benar sangat disayangkan," ujar kapten Christian Pulisic seusai pertandingan. "Rasanya sangat keras bagi kami menerima keputusan itu. Dia telah memberikan banyak hal untuk tim, dan kami akan tetap mendukungnya. Jika dia harus melewatkan laga berikutnya, itu sungguh konyol untuk hal seperti itu."
Pelatih kepala Mauricio Pochettino juga dengan tegas tidak setuju dengan keputusan tersebut.
"Itu sama sekali tidak disengaja," kata Pochettino. "Itu bukan kartu merah. Tidak pernah. Jika niatnya melukai lawan, oke, saya bisa mengerti. Tapi ini bukan itu. Itu adalah situasi normal dalam sepak bola, ketika kamu berjuang merebut bola dan kaki kamu mendarat begitu saja."
Meski menghadapi situasi sulit, tim Amerika Serikat mampu bertahan dengan 10 pemain, hingga Malik Tillman memastikan kemenangan lewat tendangan bebas spektakuler di akhir laga. Hasil ini memastikan langkah Amerika Serikat ke babak berikutnya sementara Balogun hanya bisa menyaksikan dari bangku cadangan. Hukuman skorsing Balogun kini menjadi dilema besar bagi Mauricio Pochettino dalam menentukan susunan pemain untuk laga babak 16 besar melawan Belgia pada hari Senin.