Breaking News: Forensik Prof Ngoerah Bali Beberkan Hasil Autopsi Nyoman Cita, Tewas Akibat Ini
Putu Dewi Adi Damayanthi July 02, 2026 06:03 PM

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR — Misteri penyebab kematian I Nyoman Cita (50) alias Nyoman Colik, warga Dusun Negari, Klungkung, Bali, yang ditemukan tewas mengambang di Tukad Bubuh mulai terkuak. 

Berdasarkan hasil autopsi Tim Kedokteran Forensik RSUP Prof Ngoerah Denpasar, korban dipastikan tewas akibat luka tusuk benda tajam.

Dokter Forensik RSUP Prof Ngoerah, dr. Ida Bagus Putu Alit, DMF. Sp.F, mengungkapkan bahwa jenazah korban tiba di rumah sakit pada Kamis 2 Juli 2026 siang, tanpa mengenakan pakaian.

"Jenazah itu memang dikirim dengan tidak berpakaian, ditemukan di air. Diterima di Forensik RSUP Prof Ngoerah jam 12.15. Langsung dimasukkan kantong jenazah dan langsung autopsi," jelas dr. Alit dikonfirmasi Tribun Bali usai melakukan autopsi, Kamis 2 Juli 2026.

Baca juga: Polisi Sisir Aliran Tukad Bubuh Bali, Cari Barang Bukti Kematian Nyoman Cita

Dari pemeriksaan luar dan dalam, tim dokter forensik menemukan sejumlah luka fatal pada tubuh korban. 

Dokter spesialis forensik ini membeberkan adanya empat luka tusuk di area punggung dan perut, serta tanda kekerasan lain di area leher.

"Luka-luka itu ada luka tusuk. Itu sebanyak empat luka tusuk. Jadi yang di punggung kanan satu, punggung kiri dua, dan di perut depan. Nah, kemudian ada juga luka lecet dan luka memar di leher," bebernya.

Ia menegaskan bahwa penyebab utama kematian pria asal Banjarangkan tersebut adalah pendarahan hebat akibat rusaknya organ dalam yang dipicu oleh senjata tajam (sajam).

"Sebab kematiannya adalah luka tusuk di punggung kiri, yang menyebabkan kerusakan organ dalam dan pendarahan. Luka tusuk didominasi ya karena benda sajam," katanya.

Saat disinggung mengenai perkiraan waktu kematian korban, dr. Alit enggan membeberkannya secara mendetail demi kelancaran proses penyelidikan kepolisian, dan mencegah pelaku kabur atau memanipulasi alibi.

"Kalau waktu kematiannya lebih baik jangan disampaikan, karena kan pelakunya bisa mengalihkan alibi. Ndak boleh kita sampaikan. Nanti pihak polisi saja yang boleh," tuturnya.

Saat ini, proses autopsi telah selesai dilakukan dan jenazah telah diserahkan kepada pihak keluarga yang sudah menunggu di rumah sakit sejak siang. 

Jenazah korban langsung dipulangkan ke kampung halamannya di Klungkung.

"(Keluarga) sudah menunggu di sini, karena setelah serah terima jenazah, langsung dibawa ke Klungkung atau mungkin dititip dulu sambil mencari hari baik," pungkasnya.

Sebelumnya, I Nyoman Cita dilaporkan hilang usai mandi di aliran sungai di Kecamatan Banjarangkan. 

Korban akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Kamis pagi, mengambang di aliran Tukad Bubuh, sebelah selatan jembatan Bypass Ida Bagus Mantra, dekat Kantor KPU Klungkung dengan kondisi tubuh dipenuhi luka robek. 

Kasus ini kini tengah ditangani secara intensif oleh pihak kepolisian.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.