Pemain Persebaya menjalani Pre-Competition Medical Assessment (PCMA) melalui delapan tahap pemeriksaan kesehatan. Pemeriksaan ini sebagai bagian dari kemitraan dengan Mayapada Hospital Surabaya (MHSB) selaku Official Medical Partner.
Pendekatan preventif ini membantu memetakan kondisi tubuh, mengidentifikasi risiko cedera, sekaligus mendukung performa pemain secara optimal. Berbeda dengan medical check-up pada umumnya, pemeriksaan tersebut dirancang untuk mengevaluasi kondisi fisik, fungsi tubuh, dan kesiapan mental atlet.
Pelaksanaannya menjadi bagian dari layanan Sports Injury Treatment & Performance Center (SITPEC) yang didukung tim dokter multidisiplin, mulai dari kedokteran olahraga, ortopedi, kardiologi, rehabilitasi medik, radiologi, gizi klinik, penyakit dalam, hingga psikologi.
Hospital Director Mayapada Hospital Surabaya, dr. Bona Fernando, BSc, M.D., FISQua, mengatakan pendekatan preventif berbasis data menjadi dasar dalam menjaga kebugaran sekaligus mengoptimalkan performa atlet.
"SITPEC MHSB memberikan pendekatan preventif berbasis data melalui skrining kesehatan dan kebugaran komprehensif, meliputi pemeriksaan laboratorium, jantung, Body Composition Analysis, penilaian fungsi jantung dan paru (VO₂ Max), penilaian ortopedi, pencitraan medis bila diperlukan, functional movement assessment untuk memetakan risiko cedera berdasarkan pola gerak atlet, serta evaluasi psikologis," ujarnya dalam keterangannya, Kamis (2/7/2026).
Hasil pemeriksaan tersebut memberikan gambaran menyeluruh mengenai kondisi kesehatan pemain sehingga dapat menjadi dasar penyusunan strategi pencegahan cedera, program latihan, hingga pendampingan kesehatan selama kompetisi berlangsung.
Senada, Kepala Tim Dokter Persebaya, dr. Pratama Wicaksana Wijaya, Sp.KO, menjelaskan seluruh pemain menjalani delapan tahapan pemeriksaan, mulai dari evaluasi laboratorium, pemeriksaan jantung, Body Composition Analysis, penilaian fungsi jantung dan paru (VO₂ Max), penilaian ortopedi, pencitraan medis bila diperlukan, functional movement assessment, hingga evaluasi psikologis.
"Dengan sistem terintegrasi, seluruh proses mulai dari diagnosis, penanganan, rehabilitasi, hingga pemantauan kondisi dapat berjalan dalam satu alur yang berkesinambungan," jelas dr. Tommy.
Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa menjaga performa tidak hanya bergantung pada latihan, tetapi juga pemantauan kesehatan yang dilakukan secara terukur.
Layanan SITPEC juga dapat dimanfaatkan masyarakat untuk membantu mencegah cedera, meningkatkan performa, serta mendukung pemulihan, dengan dukungan Orthopedic Center Mayapada Hospital yang menyediakan penanganan komprehensif terhadap berbagai gangguan muskuloskeletal.
Informasi mengenai layanan ini dapat diakses melalui Call Center 150770, WhatsApp 0817-17-150770, maupun aplikasi MyCare.





