Cerita Wanita Jambi Mengira Pipinya Cuma Lebih Chubby, Ternyata Kena Kanker Rahang
GH News July 02, 2026 06:08 PM
Jakarta -

Viral wanita di Jambi Della Putriara membagikan kisahnya setelah didiagnosis mengidap kanker rahang atau kanker mandibula. Awalnya, perempuan berusia 31 tahun itu mengira pipi kanannya hanya tampak lebih chubby karena berat badan bertambah.

Namun, seiring waktu ia menyadari pembengkakan tersebut hanya terjadi di satu sisi wajah. Selain itu, gusinya juga tampak membengkak dan kerap berdarah, meski tidak disertai rasa nyeri.

"Aku awalnya merasa lagi gendutan, tapi anehnya cuma di pipi sebelah kanan. Terus ada bengkak di gusi, nggak sakit, cuma sering berdarah," tutur Della kepada detikcom Rabu (1/7/2026).

Merasa ada yang tidak beres, ia memeriksakan diri ke dokter bedah mulut. Setelah menjalani pemeriksaan rontgen dan CT scan, ia kemudian dirujuk untuk berkonsultasi dengan dokter onkologi.

"Hasilnya didiagnosis kanker mandibula dan disarankan operasi karena sudah merusak sebagian tulang rahang. Ternyata juga sudah ada di kelenjar getah bening," ujarnya.

Menurut penjelasan dokter yang diterimanya, penyebab kanker tidak selalu dapat dipastikan. Ia mengatakan dokter menjelaskan faktor keturunan diperkirakan berkontribusi sekitar 30 persen, sementara sekitar 70 persen lainnya berkaitan dengan faktor lingkungan dan gaya hidup.

Dikutip dari , kanker rahang umumnya tidak menimbulkan gejala pada tahap awal. Keluhan biasanya baru muncul ketika tumor mulai membesar.

Beberapa gejala yang perlu diwaspadai antara lain:

  • Muncul benjolan atau pembengkakan pada rahang, yang bisa disertai nyeri maupun tidak
  • Luka di dalam mulut yang tidak kunjung sembuh atau mudah berdarah
  • Bercak merah atau putih di rongga mulut yang tidak hilang
  • Sulit menelan
  • Sulit membuka mulut
  • Perubahan bentuk wajah
  • Gigi menjadi goyang atau bergeser
  • Susunan gigitan berubah
  • Demam

Apa Sih Pemicunya?

Kanker rahang terjadi akibat perubahan atau mutasi DNA pada sel sehingga sel tumbuh dan membelah secara tidak terkendali hingga membentuk tumor.

Pada sebagian kasus, kanker rahang berkembang dari kista atau tumor jinak di rahang yang berubah menjadi ganas. Namun, sebagian besar kista maupun tumor jinak di rahang tetap bersifat nonkanker.

Karena itu, dokter biasanya akan memantau kista atau tumor jinak tertentu yang dinilai berisiko berkembang menjadi kanker agar dapat ditangani sedini mungkin.

Kisah Della menjadi pengingat agar tidak mengabaikan perubahan pada tubuh yang berlangsung terus-menerus, terutama bila pembengkakan hanya terjadi di satu sisi, muncul benjolan yang tidak kunjung hilang, atau gusi sering berdarah tanpa penyebab yang jelas.

Meski gejala tersebut belum tentu merupakan kanker, pemeriksaan sejak dini dapat membantu menemukan penyebabnya sehingga penanganan bisa dilakukan lebih cepat.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.