BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN – Masyarakat Kalimantan Selatan masih harus bersabar hingga tiga bulan ke depan. Pasalnya, PT PLN (Persero) memperkirakan proses pemulihan gangguan pembangkit listrik di sistem interkoneksi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah baru rampung akhir September 2026.
Hal tersebut disampaikan dalam rapat bersama Komisi III DPRD Kalsel, Kamis (2/7/2026), saat membahas penanganan pemadaman listrik bergilir yang terjadi beberapa hari terakhir.
General Manager PLN UID Kalselteng, Iwan Soelistijono menjelaskan gangguan yang terjadi saat ini disebabkan forced outage atau gangguan yang tidak direncakan pada pembangkit listrik.
“Memang ada forced outage. Artinya gangguan yang terjadi bukan karena direncanakan, bisa akibat gangguan peralatan dan sebagainya,” ujarnya.
Ia mengatakan proses pemulihan saat ini dilakukan oleh unit pembangkitan. Apabila seluruh pekerjaan berjalan sesuai rencana, sistem kelistrikan akan kembali beroperasi pada akhir September mendatang.
“Targetnya sekitar akhir September sudah normal,” katanya.
Baca juga: Pelayanan di Kecamatan Banjarmasin Utara Terganggu Imbas Listrik Padam, Petugas Layani Berkas Manual
Selain itu, PLN menjelaskan bahwa sistem kelistrikan Kalselteng akan memasuki status siaga mulai 3 Juni 2025 dengan cadangan daya sekitar 52 megawatt (MW). Kondisi tersebut akan dievaluasi secara berkala setiap dua minggu.
Meski berstatus siaga, Iwan menegaskan kondisi tersebut tidak berarti pemadaman bergilir akan terus terjadi.
“Siaga itu bukan berarti padam. Cuman cadangan daya kita memang kecil sekali. Mudah-mudahan tidak ada gangguan lagi,” ujarnya.
Dalam rapat juga disepakati selama masa pemulihan, durasi pemadaman diupayakan tidak melebihi ketentuan standar pelayanan, yakni maksimal enam kali dalam satu bulan atau total enam jam dalam sebulan.
Apabila pemadaman melampaui batas tersebut, pelanggan akan memperoleh kompensasi sesuai ketentuan pemerintah.
Untuk pelanggan pascabayar, kompensasi diberikan dalam bentuk pengurangan tagihan listrik. Sementara pelanggan prabayar akan memperoleh kompensasi berupa token listrik tambahan yang dapat diakses melalui aplikasi PLN Mobile, Call Center PLN 123, maupun Unit Layanan Pelanggan (ULP) terdekat.
Sebelumnya, PLN menjelaskan gangguan yang terjadi bermula dari masalah operasional pada salah satu unit pembangkit di sistem interkoneksi Kalimantan. Kondisi tersebut memaksa PLN menerapkan manajemen beban guna menjaga kestabilan sistem dan mencegah terjadinya blackout yang berpotensi menyebabkan seluruh sistem kelistrikan di Kalimantan padam. (Banjarmasinpost.co.id/Muhammad Syaiful Riki)