TRIBUNJATIMTIMUR.COM – Alumni Honda DBL DI Yogyakarta musim 2017-2018 Viknes Waren Mahaputra kembali jadi sorotan setelah tampil di peragaan busana koleksi terbaru Jacquemus. Viknes berjalan di fashion show bertajuk "Le Bonheur" yang digelar di Mercusuar Phare de la Pietra, Corsica, Senin (29/6/2026).
Penampilan di runway brand asal Prancis itu menjadi pencapaian terbaru Viknes di industri fashion internasional. Sebelumnya, ia sudah tampil di Milan Men's Fashion Week untuk label Neil Barrett, JordanLuca, dan Zegna.
Student-Athlete Berprestasi di DBL Yogyakarta
Sebelum berkarier sebagai model, Viknes dikenal sebagai student-athlete di Yogyakarta. Alumni SMA Budi Mulia 2 Yogyakarta itu membela sekolahnya pada Honda DBL DI Yogyakarta musim 2017 dan 2018.
Pada musim 2018, Viknes tampil menonjol dan mengantarkan timnya bersaing di kompetisi. Ia meraih penghargaan Most Valuable Player MVP DBL Yogyakarta 2018. Capaian itu membawanya ke DBL Camp di Surabaya, program pemusatan latihan pemain terbaik dari berbagai kota.
Baca juga: Tak Lapor Perundungan Siswa hingga Berujung Kematian, Dindikbud Lumajang Tegur Keras Kepala Sekolah
Pilih Kuliah di Prancis, Temukan Passion di Fashion
Di tengah peluang melanjutkan karier basket, Viknes memilih kuliah di Prancis. Langkah itu justru mempertemukannya dengan dunia mode.
“Sempat ragu juga kalau nggak bisa lanjut basket. Waktu itu aku cuma pengin coba kuliah di luar negeri. Sambil tetap basket, siapa tahu bisa main buat tim-tim di Eropa juga kan,” kata Viknes dalam wawancara dengan DBL Indonesia.
Postur tinggi dan minat pada fashion membuka jalan Viknes sebagai model profesional. Ia mulai dilirik rumah mode internasional hingga tampil di Paris dan Milan.
Nilai DBL Jadi Bekal Karier
Bagi DBL Indonesia, perjalanan Viknes menunjukkan pengalaman sebagai student-athlete dapat menjadi bekal menapaki berbagai profesi. DBL tidak hanya ruang bertanding, tetapi juga membangun disiplin, tanggung jawab, kerja keras, kerja sama, dan profesionalisme.
Keberhasilan alumni DBL tidak selalu bermuara ke atlet profesional. Banyak yang berkarier sebagai dokter, pengusaha, akademisi, kreator, hingga industri kreatif. Fondasinya sama: keberanian berkembang, konsisten mengejar tujuan, dan adaptif.
Viknes menyebut basket tetap penting dalam hidupnya. “Basket mengajarkan kedisiplinan, kerja sama tim, hingga kepercayaan diri,” ujarnya. Nilai itu membentuk mentalnya saat masuk industri fashion yang kompetitif.
(TribunJatimTimur.com)