Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Maula M Pelu
AMBON, TRIBUNAMBON.COM- Aktivitas transportasi udara di Provinsi Maluku mengalami perlambatan sepanjang Mei 2026.
Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku merilis hampir seluruh indikator angkutan udara mengalami penurunan, mulai dari jumlah pesawat yang berangkat dan datang, penumpang, hingga volume barang dan bagasi periode Mei 2026 dibanding bulan sebelumnya.
Data tersebut merupakan hasil pemantauan terhadap aktivitas di 13 bandara yang tersebar di sembilan kabupaten atau kota di Maluku.
Baca juga: Aktivitas Transportasi Laut di Maluku Melambat, Kapal Berkurang, Penumpang Menyusut
Baca juga: Bongkar Korupsi Dana Gempa Rp. 167 Miliar: Jaksa Periksa Mantan Plt. BPBD Malteng dan Bendahara
“Jumlah pesawat berangkat pada Mei 2026 mengalami penurunan sekitar 1,34 persen yang tercatat sebanyak 665 unit dibanding bulan sebelumnya,” kata Maritje.
Dari total tersebut, Bandara Pattimura sebanyak 370 unit atau turun 6,33 persen.
Sebaliknya, 12 bandara lainnya justru menunjukkan trend positif. Jumlah pesawat berangkat dari bandara selain Pattimura mencapai 295 unit atau naik sebesar 5,73 persen.
Meski alami penurunan secara bulanan, bila dibandingkan Mei 2025, jumlah pesawat yang berangkat justru meningkat 6,23 persen.
Pada periode yang sama tahun lalu, jumlah keberangkatan pesawat tercatat 626 unit.
Tren serupa juga terlihat pada kedatangan pesawat.
Sepanjang Mei 2026, jumlah pesawat yang mendarat di seluruh bandara di Maluku tercatat sebanyak 662 unit.
Angka tersebut turun 1,93 persen dibanding April yang mencapai 675 unit.
Bandara Pattimura Mei 2026 kembali mencatat penurunan yang cukup signifikan. Jumlah pesawat yang datang sebanyak 368 unit atau turun 7,30 persen dibanding April yang mencapai 397 unit.
Di sisi lain, bandara lain justru mengalami kenaikan.
Jumlah pesawat datang capai 294 unit atau naik sekitar 5,76 persen dibanding bulan sebelumnya sebesar 278 unit.
Jika dibandingkan dengan Mei 2025, total pesawat datang di Maluku mencapai 5,75 persen dari sebelumnya 626 unit.
Tak hanya frekuensi penerbangan, jumlah penumpang juga mengalami penurunan cukup tajam.
BPS mencatat jumlah penumpang yang berangkat melalui seluruh bandara di Maluku selama Mei 2026 sebanyak 29,24 ribu orang atau turun 12,05 persen dibanding April 2026 yang mencapai 33,24 ribu orang.
Bandara Pattimura masih mendominasi arus keberangkatan dengan 22,60 ribu penumpang.
Namun jumlah itu turun 12,79 persen dibanding April 2026 sebanyak 25,92 ribu orang.
Sementara penumpang berangkat dari bandara lainnya di Maluku sebesar 6,63 ribu orang atau turun sekitar 9,41 persen dibanding bulan sebelumnya.
Penurunan lebih dalam pada arus kedatangan penumpang.
Selama Mei 2026, jumlah penumpang yang tiba di Provinsi Maluku tercatat sebanyak 33,03 ribu orang.
Angka ini merosot 19,45 persen dibandingkan kondisi April 2026 yang tercatat sebesar 41,01 ribu orang.
Dibandingkan Mei tahun lalu, jumlah penumpang yang datang juga turun 13,62 persen. Pada Mei 2025, total penumpang datang masih mencapai 38,24 ribu orang.
Aktivitas logistik melalui jalur udara pun ikut terdampak.
Volume barang dan bagasi yang dibongkar selama Mei 2026 sebesar 867,74 ton atau turun 6,95 persen dibanding April 2026 yang mencapai 932,54 ton.
Meski demikian, dibandingkan periode yang sama tahun lalu, volume bongkar masih tumbuh tipis sebesar 0,19 persen.
Pada Mei 2025, barang dan bagasi yang dibongkar tercatat sebanyak 866,13 ton pada Mei 2025.
Sementara itu, barang dan bagai yang dimuat mengalami penurunan lebih besar.
Sepanjang Mei 2026, volume barang muatan hanya mencapai 543,77 ton atau turun 8,40 persen dibanding April 2026 yang mencapai 593,63 ton.
Bahkan dibanding Mei 2025, volume barang muatan juga menyusut 6,05 persen dari sebelumnya sebesar 578,82 ton.
Secara keseluruhan, data BPS Maluku menunjukkan aktivitas transportasi udara mengalami perlambatan pada Mei 2026 dibanding bulan sebelumnya. Penurunan ini tentu perlu adanya koordinasi dan evaluasi antar lembaga untuk menemukan kendala yang ada. (*)