Koba, Babel, (ANTARA) - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus memprioritaskan pelaksanaan program revitalisasi sekolah di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T), sebagai upaya mempercepat pemerataan mutu pendidikan di seluruh Indonesia.
"Sesuai arahan Pak Presiden, kita memprioritaskan revitalisasi sekolah di wilayah 3T serta sekolah yang mengalami kerusakan fisik berat," kata Mendikdasmen Abdul Mu'ti saat menghadiri peresmian hasil revitalisasi SMP Taruna Sains Muhammadiyah Koba di Koba, Kamis.
Menurut dia, pemerintah secara bertahap juga meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan, kompetensi guru, serta tenaga kependidikan agar layanan pendidikan yang bermutu dapat dirasakan secara merata di seluruh daerah.
"Kami semuanya sudah berkomitmen untuk memberikan pelayanan pendidikan yang baik dengan menyiapkan fasilitas yang mendukung pembelajaran, termasuk revitalisasi untuk SMP Taruna Sains Muhammadiyah Koba ini," ujarnya.
Ia mengatakan peningkatan kualitas pendidikan di wilayah 3T tidak hanya dilakukan melalui perbaikan infrastruktur sekolah, tetapi juga dengan memperkuat kompetensi tenaga pendidik agar proses pembelajaran berlangsung lebih optimal.
Menurut Abdul Mu'ti, revitalisasi sekolah di wilayah 3T merupakan wujud keseriusan pemerintah dalam memberikan perhatian lebih terhadap layanan pendidikan bagi anak-anak di daerah yang secara geografis sulit dijangkau.
"Ini bagian dari usaha kita bersama untuk mencerdaskan kehidupan anak bangsa," katanya.
Abdul Mu'ti juga mengapresiasi dukungan pemerintah daerah terhadap pelaksanaan program revitalisasi sekolah di berbagai wilayah.
Ia berharap sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan dapat melahirkan sekolah-sekolah yang unggul dan berkualitas sebagai bagian dari upaya menyiapkan Generasi Emas 2045.
"Semoga upaya kita bersama itu dapat melahirkan sekolah yang unggul dan berkualitas untuk menciptakan generasi hebat 2045," ujarnya.





