TRIBUNKALTARA.COM, TANJUNG SELOR – Kapolda Kaltara Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy menegaska tantangan tugas kepolisian ke depan semakin berat, terutama dalam menjaga keamanan wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia di Kaltara.
Hal itu disampaikannya saat ditemui usai menghadiri peringatan HUT ke-27 PP Polri di Tanjung Selor, Kamis (2/7/2026).
Menurutnya, Kalimantan Utara memiliki potensi ancaman yang perlu menjadi perhatian serius, terutama peredaran narkoba dan tindak pidana perdagangan orang (TPPO).
"Ke depan tugas-tugas Polri tidak semakin ringan, tetapi cukup berat. Apalagi Kalimantan Utara merupakan wilayah yang berbatasan dengan Malaysia. Potensi ancaman yang menjadi prioritas adalah masalah narkoba dan perdagangan orang," ujarnya.
Baca juga: Hadiri HUT Ke-27 PP Polri, Gubernur Kaltara Zainal Janji Bangunkan Sekretariat Pakai Dana Pribadi
Ia mengatakan, Polda Kaltara terus melakukan berbagai upaya pencegahan agar penyelundupan narkoba tidak masuk ke wilayah Kaltara.
Namun, ia menegaskan upaya tersebut tidak bisa dilakukan oleh kepolisian semata.
"Polri tidak bisa bekerja sendiri. Kita harus bersinergi dan berkolaborasi dengan seluruh unsur, baik masyarakat maupun instansi terkait," katanya.
Selain memperkuat pengamanan di wilayah perbatasan, Kapolda juga menekankan pentingnya peningkatan profesionalisme seluruh personel Polri dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Ia mengaku telah memberikan arahan kepada seluruh anggota agar menjalankan tugas secara humanis dan mengutamakan pelayanan.
"Anggota sudah kita berikan arahan untuk meningkatkan profesionalisme, meningkatkan pelayanan kepada masyarakat," sebutnya
"Jangan sakiti masyarakat, karena kita adalah pengayom dan pelindung masyarakat. Berikan pelayanan yang terbaik, berbuat sesuatu yang terbaik setiap hari untuk masyarakat kita," pungkasnya.
(*)
Penulis : Desi Kartika Ayu