TPA Sarimukti Batasi Kuota, Kota Bandung Targetkan Pengurangan Sampah 250 Ton per Hari
Seli Andina Miranti July 02, 2026 09:11 PM

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung, menargetkan pengurangan sampah sebanyak 250 ton per hari melalui pembangunan 220 titik pengolahan sampah berbasis kewilayahan.

Langkah ini menjadi strategi utama untuk mengurangi ketergantungan terhadap TPA Sarimukti menghadapi pembatasan kuota, sekaligus menjawab tantangan timbulan sampah Kota Bandung yang mencapai sekitar 1.511 ton per hari.

Ketua Tim Pengurangan Sampah, DLH Kota Bandung, Syahriani, mengatakan, pembatasan kuota di TPA Sarimukti harus menjadi momentum perubahan dalam sistem pengelolaan sampah di Kota Bandung.

Baca juga: DPRD Dukung Penuh Upaya Pemkot Bandung Untuk Mempercepat Penanganan Sampah

"Kota Bandung tidak bisa lagi bergantung pada pola lama kumpul, angkut, buang. Ke depan, sampah harus diselesaikan sedekat mungkin dengan sumbernya melalui pengelolaan di tingkat rumah tangga dan kewilayahan,"  ujar Syahriani, Kamis (2/7/2026).

Menurutnya, paradigma lama yang bertumpu pada pola kumpul, angkut, buang sudah tidak lagi mampu menjawab tantangan perkotaan. Sehingga, pihaknya melakukan inventarisir calon lokasi pembangunan hingga 220 titik pengolahan sampah di berbagai wilayah.

"Program ini dirancang untuk menghadirkan fasilitas pengolahan yang lebih dekat dengan masyarakat sehingga pengurangan sampah dapat dilakukan sejak dari sumbernya," katanya.

Pembangunan fasilitas pengolahan sampah didukung Pemprov Jabar yang tengah menyiapkan bantuan teknologi Refuse Derived Fuel (RDF) yang saat ini masih dalam tahap uji coba efektivitas, sementara Mabes TNI AD juga memberikan dukungan rencana bantuan mesin pengolahan sampah.

Menurut Syahriani, pembangunan fasilitas tersebut bukan sekadar menambah infrastruktur, melainkan membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan.

"Pembangunan hingga 220 titik pengolahan sampah bukan sekadar menambah infrastruktur, tetapi membangun ekosistem pengelolaan sampah yang lebih mandiri dan berkelanjutan," ucap Syahriani.

Melalui penambahan fasilitas tersebut, Pemkot Bandung menargetkan pengurangan sampah sebesar 125 hingga 250 ton per hari. Pengurangan ini diharapkan mampu memperpanjang umur layanan TPA Sarimukti sekaligus menekan risiko penumpukan sampah akibat keterbatasan kapasitas.

Untuk mencapai target tersebut, DLH menerapkan pendekatan pengelolaan yang disesuaikan dengan karakteristik masing-masing wilayah.

"Harapannya, setiap wilayah mampu mengolah sebagian besar sampahnya sendiri sehingga hanya residu yang dikirim ke TPA," katanya.

Baca juga: Uden Dida Efendi Dorong Pengolahan Sampah Organik Jadi Pupuk untuk Kurangi Beban TPA

Ia mengatakan, sampah organik akan diolah menjadi kompos maupun melalui teknologi pengolahan organik lainnya, sampah anorganik bernilai ekonomi akan diarahkan ke jalur daur ulang melalui bank sampah dan mitra pengelola.

"Sedangkan sampah anorganik bernilai rendah akan diolah menjadi bahan bakar alternatif melalui teknologi RDF. Namun, keberhasilan target ini tidak hanya bergantung pada teknologi seperti RDF," ujar Syahriani.

Menurutnya keberhasilan teknologi itu harus didukung dengan perubahan perilaku masyarakat dalam memilah dan mengurangi sampah sejak dari sumber.  

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.