Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung – Pengawasan penyelundupan tumbuhan dan satwa liar melalui jalur logistik Lampung diperkuat dengan anjing pendeteksi.
Baca juga: Anjing Pendeteksi Satwa Liar Bantu Ungkap Perdagangan Ilegal, 957 Satwa Berhasil Diselamatkan
Fasilitas Anjing Pendeteksi Satwa Liar atau Wildlife Detection Dog (WDD) ini berada di Kalianda, Lampung Selatan.
Direktur Konservasi Spesies dan Genetik Kementerian Kehutanan, Ahmad Munawir mengunjungi langsung fasilitas WDD di Kalianda.
Program WDD diprakarsai oleh WCS Indonesia bersama mitra lokal Jaringan Satwa Indonesia (JSI) untuk mendukung Direktorat Konservasi Spesies dan Genetik Kementerian Kehutanan dalam mencegah perdagangan ilegal atau penyelundupan tumbuhan dan satwa liar.
Kerja sama ini menjadi langkah strategis untuk mendukung pencegahan, deteksi dini, dan penanganan penyelundupan tumbuhan dan satwa liar.
"Jalur logistik merupakan salah satu simpul penting yang perlu terus diperkuat pengawasannya karena dapat dimanfaatkan dalam rantai perdagangan ilegal," ujar Munawir.
Kemitraan tersebut diharapkan dapat memperkuat pengawasan jalur logistik dari penyelundupan tumbuhan dan satwa liar.
Sebanyak 127 personel pelabuhan dan aparat penegak hukum telah dilatih untuk melakukan pengawasan ketat jalur logistik. Mereka juga mengerahkan unit K9 atau Anjing Pendeteksi Satwa Liar untuk mendukung operasi gabungan.
Melalui operasi tersebut, sebanyak 957 ekor satwa berhasil diselamatkan dari jaringan perdagangan ilegal, di antaranya burung kipasan belang, cica daun sayap biru, dan elang brontok.
Dari jumlah itu, 770 ekor telah dilepasliarkan kembali ke habitat alaminya.
Selain menyelamatkan satwa dilindungi, upaya tersebut juga dinilai berkontribusi dalam mencegah penyebaran penyakit zoonosis yang berpotensi mengancam kesehatan manusia maupun hewan.
Dalam kunjungan ke fasilitas WDD di Kalianda, Ahmad Munawir menyaksikan langsung kemampuan anjing pendeteksi yang dilatih untuk menemukan satwa liar beserta produk turunannya yang disembunyikan para penyelundup.
Senior Manager Program Wildlife Trade and Policy WCS Indonesia, Sofi Mardiah, mengatakan perlindungan satwa liar harus berjalan seiring dengan pengamanan rantai pasok logistik.
"Program Wildlife Detection Dog menegaskan pentingnya deteksi dini di garis depan sebagai langkah penting bagi konservasi. Dukungan CMA CGM menunjukkan bahwa perusahaan logistik global dapat menjadi bagian dari solusi dalam mencegah kejahatan terhadap satwa liar," katanya.
Sementara itu, Presiden Direktur CMA CGM Indonesia, Ikram Ghazali menegaskan pihaknya berkomitmen memperkuat sistem pengamanan di jaringan logistik agar tidak dimanfaatkan untuk aktivitas perdagangan ilegal.
"Melindungi keanekaragaman hayati membutuhkan kolaborasi berkelanjutan antara sektor publik dan swasta. Kami berkomitmen menjalankan peran kami di Indonesia melalui penguatan sistem keamanan dan dukungan terhadap program Anjing Pendeteksi Satwa Liar," tandasnya.
(Tribunlampung.co.id/Riyo Pratama)