POS-KUPANG.COM, TEHERAN - Iran memperingatkan Amerika Serikat, Israel, dan sekutunya agar tidak melancarkan ancaman maupun agresi terhadap Iran menjelang rangkaian penghormatan terakhir dan pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei.
Peringatan itu disampaikan Komandan Markas Pusat Angkatan Bersenjata Iran Ali Abdollahi dalam pernyataan yang disiarkan televisi pemerintah IRIB pada Kamis.
Abdollahi meminta negara-negara tersebut menghindari kesalahan perhitungan. Ia juga mengingatkan mereka untuk mempertimbangkan konsekuensi dari setiap tindakan terhadap Iran.
Baca juga: Diancam Trump, Presiden Iran: Kami Punya Hak Bela Diri
“Pada hari-hari yang penuh pelajaran ini, kami peringatkan musuh-musuh Iran, khususnya Amerika Serikat, Israel, serta para sekutu mereka di kawasan maupun di luar kawasan, agar tidak melakukan kesalahan perhitungan dalam bentuk apa pun,” katanya.
Ia menegaskan angkatan bersenjata Iran siap memberikan respons keras terhadap setiap ancaman atau agresi yang ditujukan kepada negaranya.
Abdollahi juga mengatakan Iran akan merespons secara cepat dan tegas apabila Amerika Serikat mencoba mencampuri situasi di Selat Hormuz.
Menurut dia, keberadaan pesawat militer dan drone Amerika Serikat di wilayah udara Selat Hormuz justru memperburuk ketegangan. Kondisi itu, lanjutnya, membahayakan keamanan kawasan.
Rangkaian penghormatan terakhir dan pemakaman Khamenei dijadwalkan berlangsung pada 4–9 Juli. Prosesi di Teheran akan digelar pada 4–6 Juli, dilanjutkan upacara di Qom pada 7 Juli serta di Najaf dan Karbala, Irak, pada 8 Juli.
Khamenei dijadwalkan dimakamkan di kampung halamannya, Mashhad, di timur laut Iran, pada 9 Juli. Adapun upacara kenegaraan yang dihadiri kepala negara, pejabat tinggi, dan delegasi asing akan berlangsung di Teheran pada 3 Juli.
Khamenei tewas dalam serangan Amerika Serikat dan Israel di Teheran pada 28 Februari. Setelah itu, putranya, Mojtaba Khamenei, dipilih sebagai pemimpin tertinggi Iran yang baru.
Sejak ditunjuk sebagai pemimpin tertinggi, Mojtaba belum pernah tampil di depan publik. Namun, ia telah beberapa kali menyampaikan pernyataan kepada rakyat Iran melalui media resmi pemerintah. (*)