Duka DPRD Jatim Atas Gugurnya Calon Manajer Koperasi Asal Lamongan, Soroti Screening Bumil
Dyan Rekohadi July 03, 2026 12:32 AM

 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - DPRD Provinsi Jawa Timur mendesak evaluasi total terhadap sistem penyaringan kesehatan menyusul tragedi tewasnya sejumlah calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) saat mengikuti latihan dasar militer yang dinilai terlampau berat.

Satu di antara korban jiwa itu merupakan putri terbaik asal Kabupaten Lamongan yang diduga kuat ambruk akibat sengatan panas ekstrem di lapangan.

Kondisi itu semakin memicu keprihatinan mendalam setelah muncul kabar adanya puluhan peserta dalam kondisi berbadan dua yang diduga tetap mengikuti kegiatan fisik itu.

Baca juga: Duka Mendalam Unair, Anisa Muyassaroh Meninggal Saat Latihan Militer Calon Manajer KDMP

 

Sorotan Tajam Saringan Kesehatan

Insiden memilukan itu langsung memantik reaksi keras dari jajaran legislatif yang membidangi sektor perekonomian di tingkat provinsi.

"Tentu kami sangat sedih," kata Anggota Komisi B DPRD Jatim Erma Susanti kepada SURYA.CO.ID saat dikonfirmasi di Gedung DPRD Jatim di Surabaya, Kamis (2/7/2026).

Politisi itu menilai pelaksanaan kegiatan pembinaan mental dan loyalitas bagi warga sipil seharusnya tidak perlu sampai mempertaruhkan keselamatan nyawa.

"Kalau misalnya terkait dengan nasionalisme dan terkait dengan kinerja, loyalitas dan sebagainya kan juga bisa lewat seperti itu tapi tidak seberat itulah," ungkap Erma.

Baca juga: Calon Manajer KDKMP Asal Lamongan Meninggal Diduga Heat Stroke, Ini Penyebabnya

 

Gugurnya Aset Potensial Daerah

Rasa kehilangan mendalam juga dirasakan oleh jajaran dinas terkait yang memandang para korban sebagai aset berharga untuk masa depan perkoperasian.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Jawa Timur, Endy Alim Abdi Nusa menyayangkan hilangnya potensi besar dari para pemuda yang memiliki kecerdasan di atas rata-rata itu.

“Kita membutuhkan tenaga mereka. Mereka yang terpilih ini memiliki nilai yang bagus-bagus. Bahkan berdasarkan informasi saat asesmen, rata-rata memiliki IQ di atas 120. Artinya, mereka sangat potensial dan sangat bermanfaat untuk pengembangan KDMP,” ujarnya.

Baca juga: Kemhan Ungkap 3 Penyebab 5 Calon Manajer Koperasi Meninggal saat Latsarmil

 

Solidaritas Insan Koperasi


Meskipun agenda itu murni hajat pemerintah pusat, pemerintah daerah tetap bergerak secara swadaya untuk menunjukkan rasa empati kepada keluarga korban.

“Ini adalah aksi kemanusiaan yang digalang langsung oleh pemerintah pusat bagi mereka yang menjadi korban, terlebih karena ada korban yang berasal dari Jawa Timur,” katanya.

Seluruh elemen pegiat ekonomi kerakyatan kini bahu-membahu mengumpulkan donasi guna memberikan penghormatan terakhir kepada mendiang.

“Kami di grup Dinas Koperasi kabupaten/kota bersama gerakan koperasi seluruh Indonesia menggalang dana kemanusiaan untuk memberikan sedikit keringanan bagi keluarga korban,” ujarnya.

Tragedi itu diharapkan menjadi pelajaran mahal agar tidak ada lagi nyawa melayang demi sebuah penugasan kerja.

“Harapan saya ke depannya tidak ada lagi korban. Kita membutuhkan tenaga dan kompetensi mereka, terutama untuk menjalankan koperasi ini dengan baik ke depan,” katanya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.