Jelang Penutupan SPMB 2026, Hanya 5 Siswa Daftar SDN Tegalayu di Solo, Terancam Regrouping?
Vincentius Jyestha Candraditya July 02, 2026 09:14 PM

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ahmad Syarifudin

TRIBUNSOLO.COM, SOLO – Menjelang berakhirnya masa pendaftaran Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 di Kota Solo, Jawa Tengah, SD Negeri Tegalayu menjadi sekolah dengan jumlah pendaftar paling sedikit.

Hingga Kamis (2/7/2026), sekolah tersebut baru menerima lima calon siswa. Kondisi ini pun memunculkan pertanyaan, apakah SDN Tegalayu terancam diregrouping?

Ketua Panitia SPMB Kota Solo, Abi Satoto, menegaskan bahwa sedikitnya jumlah siswa baru bukan satu-satunya dasar bagi pemerintah untuk melakukan regrouping sekolah.

Baca juga: Buka Layanan Informasi SPMB, Disdik Solo Temukan Banyak Alamat Rumah Siswa Keliru Setelah Verifikasi

"Regrouping tidak hanya sekedar di sana tidak ada muridnya kurang saja tapi ketersediaan layanan sekolah di tempat itu," ungkapnya, saat dihubungi, Kamis (2/7/2026).

Menurut Abi, pemerintah tetap akan mempertahankan sekolah yang keberadaannya masih dibutuhkan masyarakat, meski jumlah murid yang diterima sangat sedikit.

Ia mencontohkan, apabila dalam satu kelurahan hanya terdapat sedikit sekolah, maka keberadaan sekolah tersebut tetap dipertahankan demi menjamin layanan pendidikan bagi warga sekitar.

"Misalnya suatu satu kelurahan misalnya gitu kebetulan di situ hanya ada 2 sekolahan misalnya yang muridnya tidak penuh, misalnya tidak ambil ya tidak harus itu di 2 di-regrouping itu," jelasnya.

Baca juga: Muncul Aduan soal Proses SPMB di SMPN 1 Solo, Disdik Ungkap Penyebab Selisih Daya Tampung

Abi menegaskan, pemerintah memiliki kewajiban menyediakan layanan pendidikan yang mudah dijangkau masyarakat.

Karena itu, sekolah tidak serta-merta ditutup atau digabung hanya karena kekurangan peserta didik.

"Kan karena akses liat masyarakat di situ ketersediaan kita sebagai pemerintah kan harus menyiapkan layanan dasar pendidikan. Jangan hanya karena enggak ada muridnya terus tiba-tiba ditutup itu kan enggak atau tiba tiba di-regroup kan enggak kalau memang di situ sangat butuh untuk layanan walaupun muridnya mau. 10 atau 5 lah itu tetap kita ada di situ itu," jelasnya.

Masih Ada Kemungkinan Bertambah?

Meski demikian, Panitia SPMB masih membuka harapan jumlah pendaftar di SDN Tegalayu bertambah.

Warga yang belum memperoleh sekolah masih diberi kesempatan mendaftar pada hari terakhir, Jumat (3/7/2026).

Baca juga: SPMB 2026, Persepsi Sekolah Favorit Buat 7 SMP Negeri di Solo Sepi Peminat Jalur Prestasi & Afirmasi

Abi mengatakan masih ada sejumlah orang tua yang terlambat memperoleh informasi mengenai proses SPMB sehingga belum sempat membuat akun pendaftaran.

"Ya ini kan besok masih ada waktu untuk yang belum dapat sekolah itu untuk memilih kembali besok hari Jumat. Semoga masih bisa terisi. Tentunya kita untuk warga masyarakat kota Surakarta ternyata di detik-detik akhir tadi masih ada beberapa yang tidak tahu, kurang informasi SPMB sehingga datang itu sudah tutup. Mau tutup itu datang sudah enggak bisa membuat akun lagi itu. Nanti akan kita fasilitasi," terangnya.

SD Lain Justru Alami Lonjakan Peminat

Di sisi lain, sejumlah SD negeri di Kota Solo justru mengalami lonjakan peminat hingga harus menolak calon siswa.

Di antaranya SDN Mangkubumen Lor dengan 230 pendaftar jalur domisili, SDN Mojosongo 5 sebanyak 227 pendaftar, dan SDN Cengklik mencapai 206 pendaftar.

"Sementara ini kan ada beberapa sekolah yang menumpuk pendaftarnya sehingga menolak. Tapi ada juga sekolah yang secara pendaftar itu belum penuh. Sekitaran Mojosongo, Cengklik, Nusukan, Ngemplak itu kan cenderung penuh," jelasnya.


 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.