Tutup Program Kades Masuk Kampus di UI, Dirjen Bina Pemdes: Saatnya Wujudkan Kemajuan Nyata di Desa
Hironimus Rama July 02, 2026 09:35 PM

Laporan Wartawan TribunnewsDepok.com, M Rifqi Ibnumasy 

​TRIBUNNEWSDEPOK.COM, BEJI - Direktur Jenderal Bina Pemerintahan Desa Kementerian Dalam Negeri, La Ode Ahmad P. Bolombo, secara resmi menutup rangkaian kegiatan Program Kepala Desa Masuk Kampus Angkatan I yang bekerja sama dengan Universitas Indonesia (UI), Kamis (2/7/2026). 

Acara penutupan yang berlangsung khidmat ini menandai berakhirnya fase pembelajaran intensif para pemimpin desa di salah satu kampus terbaik bangsa.

​Dalam sambutannya, Dirjen Bina Pemdes menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam kepada Rektorat Universitas Indonesia, segenap jajaran Akademi, serta seluruh Civitas Akademik UI yang telah memfasilitasi program ini dengan sangat baik. 

Baca juga: Cetak Pemimpin Inovatif, UI dan Kemendagri Buka Program Kepala Desa Masuk Kampus

Ucapan terima kasih juga ditujukan kepada perwakilan kepala desa dan seluruh panitia yang telah bekerja keras menyukseskan pelaksanaan program pionir ini.

​La Ode juga memuji semangat tinggi yang ditunjukkan oleh para kepala desa. Menurutnya, dedikasi para peserta dalam mengikuti seluruh rangkaian pembelajaran dan penguatan kapasitas sepanjang program ini sangat luar biasa dan patut diacungi jempol.

​Makna Strategis dan Tantangan Era Baru

​Program "Kepala Desa Masuk Kampus" bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan sebuah langkah konkret pemerintah dalam melejitkan kualitas kepemimpinan dan tata kelola pemerintahan desa. 

Melalui program ini, para kepala desa dipersiapkan agar mampu mengelola desa secara lebih profesional, akuntabel, adaptif, dan berorientasi penuh pada pelayanan masyarakat.

​"Kepala desa saat ini dituntut untuk menjadi pemimpin yang responsif dan mampu menjawab tantangan pembangunan desa yang semakin kompleks, terutama di tengah arus era digital dan transformasi sosial-ekonomi yang bergerak cepat," ujar La Ode. 

​Kepada para peserta, Dirjen Bina Pemdes menitipkan pesan kuat agar seluruh ilmu, pengalaman, dan jejaring (networking) luas yang didapatkan selama berada di lingkungan kampus UI tidak berhenti di atas kertas. 

Semua hal tersebut harus menjadi modal utama untuk memperkuat penyelenggaraan pemerintahan dan memicu lahirnya berbagai inovasi desa.

​Para kepala desa didorong untuk menjadi agen perubahan (agent of change) di daerahnya masing-masing. 

Fokus utama pasca-program ini adalah meningkatkan kualitas pelayanan publik serta jeli dalam mengembangkan potensi ekonomi lokal demi kemajuan masyarakat desa.

​Sebagai tindak lanjut nyata, setelah kembali ke daerah masing-masing, para peserta diharapkan segera menyusun dan mengimplementasikan rencana aksi yang konkret serta terukur. 

Pembangunan desa yang berkelanjutan tidak bisa dilakukan sendiri, oleh karena itu para kepala desa diminta aktif membangun kolaborasi sinergis dengan pemerintah daerah, perguruan tinggi, dunia usaha, hingga masyarakat setempat.

​Besar harapan agar lulusan Angkatan I ini dapat menjadi teladan dan sumber inspirasi bagi kepala desa lainnya di seluruh Indonesia. 

Ke depan, program inovatif ini diharapkan dapat terus dikembangkan secara berkelanjutan sebagai pilar utama peningkatan kapasitas aparatur desa menuju desa yang maju, mandiri, dan sejahtera.

​"Kepala Desa Masuk Kampus telah memberi ruang belajar, memperluas wawasan, dan memperkuat jejaring. Kini waktunya para kepala desa membuktikan bahwa ilmu yang diperoleh bukan hanya untuk diketahui, tetapi untuk diwujudkan menjadi kemajuan nyata bagi desa, masyarakat, dan bangsa,” tutupnya.

Seorang peserta, Mawardi mengaku sangat terkesan dengan program ‘Kepala Desa Masuk Kampus’. 

“Pembelajaran mengenai penataan desa, pengelolaan aset dan pendataan data-data desa,” kata Kepala Desa Kampung Meriah Jaya, Kecamatan Gajah Putih, Kabupaten Bener Meriah, Aceh. 

Karena desanya masih tergolong desa terpencil, materi digitalisasi data ini menjadi hal yang paling menarik dan akan pertama kali diterapkan untuk memperbaiki sistem pendataan desa.

Bagi Mawardi, acara ini menjadi wadah berkumpulnya kepala desa dari seluruh Indonesia.

Sehingga, ia bisa saling berbagi pengalaman dan mengadopsi program-program sukses dari desa lain untuk diterapkan di desanya.

“Mendapatkan materi untuk mengembangkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) agar ke depannya bisa menjalin kerja sama dengan koperasi-koperasi lainnya,” pungkasnya. (m38)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.